Selasa, 13 Agustus 2013

Daulah Islam Irak dan Syam melaporkan operasi jihadnya di Damaskus



Kehadiran mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam di bumi jihad Suriah membawa angin segar bagi mujahidin dan kaum muslimin di Suriah. Peranan mereka di medan dakwah, i’dad dan jihad kini mulai dirasakan kawan dan lawan di propinsi Aleppo, Damaskus, Lattakia dan bahkan Homs.
Daulah Islam Irak dan Syam adalah kelompok mujahidin yang berasal dari kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia. Mereka berbasis utama di wilayah Irak, terutama propinsi-propinsi berpenduduk mayoritas muslim Ahlus sunnah. Mereka berbaiat kepada Amirnya, Syaikh Abu Bakar al-Husaini al-Baghdadi rahimahullah.
Semula ia bernama Daulah Islam Irak saja dan beroperasi di Irak melawan pasukan salibis AS dan NATO serta pewarisnya, rezim Syiah Irak. Pada April 2013 Syaikh Abu Bakar al-Husaini al-Baghdadi mengumumkan Daulah Islam Irak dan Syam, dan memperlebar operasi jihadnya ke Suriah. Segera setelah deklarasi tersebut, Daulah Islam Irak dan Syam mengirimkan kesatuan-kesatuan jihadnya dan berperan aktif dalam jihad di Suriah.
Mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam yang berjihad di Suriah berada di bawah komando Abu Umar as-Syisyani, seorang komandan jihad dari Chechnya. Abu Umar as-Syisyani pula yang memimpin operasi gabungan pembebasan bandara militer Minneg di pinggiran Aleppo pada Senin (5/8/2013).
Menyusul laporan operasi-operasi jihadnya di Irak, Daulah Islam Irak dan Syam mulai melaporkan operasi-operasi jihadnya di Suriah. Berikut ini laporan video operasi jihad Daulah Islam Irak dan Syam di propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus sebagaimana dirilis oleh Departemen Informasi Daulah Islam Irak dan Syam pada Senin (5/8/2013).
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Yayasan Islam Al-Wihdah
Daulah Islam Irak dan Syam

mempersembahkan

Laporan berita
Daulah Islam Irak dan Syam
bulan suci Ramadhan yang penuh berkah
di Damaskus dan pinggiran Damaskus

dari 10 Ramadhan 1434 H /20 Juli 2013 M
sampai 20 Ramadhan 1434 H/ 30 Juli 2013 M

Sebagian muatan laporan berita:
1. Menyerang markas pasukan Nushairiyah dengan bom mobil di Suyuf Square
2. Pertempuran sengit dengan pasukan thaghut Nushairiyah di wilayah Yarmouk, Tadhamun, Qolamoun, Jaubar dan lain-lain
3. Mendistribusikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan di Damaskus
4. Menyerang markas pasukan Nushairiyah dengan tembakan mortar.

Umar Shihab dan Khalid Al Walid keeper Syiah di MUI Pusat





Di tengah upaya kaum Muslimin menuntut fatwa sesatnya Syiah di Indonesia, petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat justru menunjukkan sikap sebaliknya. Ketua MUI Pusat, Prof Dr KH Umar Shihab dan Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Dr Khalid Al-Walid menjadi keeper, penjaga gawang  sekaligus antek-antek Syi’ah di tubuh MUI Pusat.
Dalam sebuah pertemuan antara rombongan MUI Pusat dengan pelajar Indonesia di Kota Qom Iran, Umar Shihab jelas menunjukkan dukungannya kepada Syiah.
“Sunni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam. Itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menghendaki umat ini bersatu,” ujar Umar Shihab sebagaimana dilansir dari Kantor Berita ABNA.
Kedatangan MUI Pusat ke Iran ini untuk memenuhi undangan Majma Taghrib Bainal Mazahib (Lembaga Pendekatan Antar Mazhab) yang didirikan oleh ulama-ulama Syiah.
Termasuk dalam rombongan tersebut Sekretaris MUI SulSel, Prof Dr Ghalib MA. Pertemuan yang dilangsungkan di Mujtama Maskuni Ayatullah Sistani tersebut dimediasi oleh Sayyid Faris, salah seorang ulama Iran yang sering berkunjung ke Indonesia.
Di hadapan para pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Iran, Umar Shihab mengungkapkan bahwa ujian terberat yang dihadapi oleh kaum Muslimin saat ini ada dua. Pertama adalah perpecahan dan kedua kebodohan.
“Karena itu, selama di Iran belajarlah dengan sungguh-sungguh. Sekembali kalian ke tanah air, sampaikanlah argumen-argumen yang benar mengenai Islam. Mau pegang mazhab Syiah atau Sunni, silahkan. Yang tidak dibenarkan adalah jika satu sama lain saling menyalahkan sehingga mengancam persatuan,” kata kakak Quraisy Shihab ini.
Karena itu Umar yang membawa nama MUI, menyambut baik ajakan dan undangan dari Republik Islam Iran untuk bekerjasama mewujudkan persatuan umat Islam tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua MUI Pusat Umar Shihab menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Sekjen Majma Taghrib bainal Mazahib, Ayatullah Ali Taskhiri. Point penting dalam MoU tersebut adalah pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab Islam yang sah di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Dr Khalid Al-Walid juga mengungkapkan poin perjanjian lainnya, di antaranya kerjasama pengiriman para peneliti dan Ulama Indonesia untuk sama-sama mempelajari berbagai hal di kedua negara. Kerjasama juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Iran, Departemen Pengurusan Haji dan Kamar Dagang Industri Iran dalam bidang produk halal.
Majelis Ulama Indonesia Pusat harus bersikap tegas terhadap antek-antek Syiah ditubuhnya. Singkirkan mereka, karena Syiah bukan Islam tetapi musuh Islam.

Syaikh Muhammad al-Arifi "Khutbah yang telah mengguncang dunia !"




Syaikh Muhammad al-Arifi adalah seorang ulama, penceramah kondang dan motivator ulung. Ulama yang meriah gelar S3 itu selama ini dikenal “bersih” dari kegiatan berbau “kekerasan”. Beliau mengajar di berbagai perguruan tinggi dan memberi ceramah di berbagai negara Arab. 
“Jika kalian sudah kehilangan harga diri dan kehormatan untuk membela saudara-saudara kita di Suriah, maka minimal kalian bebaskan rakyat Arab untuk bertindak membantu saudara-saudaranya di Suriah, dan kalian akan disiksa di kubur jika tidak membantu perjuangan rakyat Suriah saat ini,” tegas Syaikh al-Arifi. 
Beliau hafidzahullah menyerukan kepada para penguasa negeri-negeri muslim agar membiarkan semua komponen muslim pergi berjihad fi sabilillah di Suriah.
“Biarkanlah rakyat berangkat berjihad dengan senjata ke Suriah. Umat ini tidak akan pernah sabar atas aksi pembunuhan yang terus terjadi di Suriah secara membabi buta. Sebaliknya, umat ini akan merekrut para pemuda jihad dari setiap Negara Islam untuk meraih kemenangan. Dan itu akan dimulai dengan jihad di Tanah Syam.”
Syaikh Muhammad al-Arifi dengan sangat tegas menyebut Bassar Asad sebagai “anjing” dalam baris-baris bait syair yang dibacakannya. Syaikh al-Arifi juga mengingatkan bahwa terdapat 900 sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang pernah hidup di Bumi Syam (Suriah). Karena itu, anak-anak yang terbunuh, para perempuan yang diculik dan diperkosa adalan cucu para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

200.000 Angka Apaan ini???

Korban Tewas di Suriah Telah Mencapai 200.000 Jiwa 

 

Syrian Observatory for Human Rights telah mendokumentasikan jumlah korban konflik Suriah. SOHR telah mencatat lebih dari 106.000 orang tewas. Sementara jumlah korban sebenarnya bisa 2 kali lipat.

Sebuah kelompok pemantau pro oposisi mengatakan ” Korban sebenarnya dalam perang Suriah bisa melebihi  200.000 orang,” seperti dikutip dari Zaman Al Wasl (10/08/2013).
Kami memperkirakan bahwa angka korban yang sebenarnya adalah dua kali lipat angka yang telah didokumentasikan oleh Syrian Observatory for Human Rights, ” lanjut kelompok pemantau tersebut.
Sebelumnya Syrian Network for Human Rights telah mencatat 2.588 orang telah terbunuh pada Juli lalu. Diantara korban terbunuh terdapat 1.664 warga sipil dan 924 pejuang Islam Suriah. Rata-rata 90 orang meninggal dalam sehari, 4 orang per jam.
SNHR yakin bahwa Pemerintahan Assad dan milisi Syiah Shabiha telah melanggar  Hukum Internasional. Menurut SNHR rezim Assad dan syabiha telah melanggar Hak Asasi Manusia diantaranya terdapat puluhan kasus yang dianggap sebagai kejahatan perang.
SNHR juga menunjukkan berbagai peristiwa kejahatan kemanusiaan rezim Assad yang berhasil didokumentasikan. Diantara kejahatan rezim Assad adalah melakukan serangan dan pembunuhan terhadap warga sipil secara sistematis.

 

Mulianya Sikap Mujahidin

Pendeta Syiah Yang Diculik Pejuang Islam Suriah Tidak Dilukai 


Maufaq Ghazal, pendeta Syiah yang ditangkap pejuang Islam Suriah dalam keadaan aman. Pendeta Syiah yang diculik tersebut  muncul dalam sebuah foto.
Dilansir oleh Zaman Al Wasl (11/08/2013, Maufaq Ghazal duduk di atas gerobak beroda dan mengenakan gaun putih tanpa bekas penyiksaan apapun.
Dilansir oleh kantor berita Kiblat (06/08/2013), ” Ulama” Nushairiyah yang bernama Maufaq Ghazal itu ditangkap mujahidin Suriah pada Senin pagi (05/8/2013). Ia ditangkap ketika bersembunyi di rumah temannya di desa Barudah saat mujahidin berhasil merangsek masuk ke desa tersebut.
Pria yang berusia lanjut tersebut pernah mengeluarkan fatwa yang memerintahkan membunuh perempuan dan anak-anak Muslim dan memerintahkan pembantaian lainnya di wilayah pantai Suriah.
Maufaq Ghazal juga pernah tampak dalam sebuah foto bersama jagal Banias yang bernama Ali Kiyali. Ali Kiyali merupakan salah satu komandan milisi Shabihah di daerah Basthi, utara pantai Suriah.
Fatwa-fatwa yang dikeluarkan Maufaq Ghazal  diduga sebagai dalang berbagai aksi pembantaian di Banias dan sejumlah pembantaian lainnya terhadap Muslim Suriah. Pembantaian tersebut merupakan pembantaian terburuk sejak pecahnya revolusi pada pertengahan Maret 2011 lalu.

Tentara Rezim Suriah Mengeksekusi 12 warga Sipil



Pasukan rezim Suriah ini telah mengeksekusi 12 warga sipil di desa pro Assad. Diantara korban yang dieksekusi adalah seorang wanita. Para korban dieksekusi di Desayang bernama Tibarat al-Sakhaneh. Desa tersebut terletak 20 km selatan kota Khanaser di utara Aleppo.
Syrian Observatory for Human Rights melaporkan Pasukan rezim telah dmengeksekusi para warga sipil setelah menyerbu desa yang merupakan daerah yang masih dikuasai rezim Assad,” seperti dikutip dari Zaman Al Wasl (10/08/2013).

Syrian Network for Human Rights mencatat 2.588 orang telah terbunuh pada Juli lalu. Diantara korban terbunuh terdapat 1.664 warga sipil dan 924 pejuang Islam Suriah. Rata-rata 90 orang meninggal dalam sehari, 4 orang per jam.
SNHR yakin bahwa Pemerintahan Assad dan milisi Syiah Shabiha telah melanggar  Hukum Internasional. Menurut SNHR rezim Assad dan syabiha telah melanggar Hak Asasi Manusia diantaranya terdapat puluhan kasus yang dianggap sebagai kejahatan perang.
SNHR juga menunjukkan berbagai peristiwa kejahatan kemanusiaan rezim Assad yang berhasil didokumentasikan. Diantara kejahatan rezim Assad adalah melakukan serangan dan pembunuhan terhadap warga sipil secara sistematis.

Rektor Universitas Negeri Jakarta memenuhi tuntutan mahasiswa untuk menolak tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat

 Prof Bedjo Sujanto Rektor Universits Negeri Jakarta

Rektor Universitas Negeri Jakarta memenuhi tuntutan mahasiswa untuk menolak tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat. Selaku pendidik, Prof Bedjo Sujanto dinilai mampu membentengi UNJ sebagai kampus yang bertujuan melahirkan lulusan beriman.
“Rektor UNJ menempatkan acara halal bi halal menjadi ajang silaturahmi yang bebas dari penodaan akidah dan berpotensi merusak generasi Islam,”(12/8/2013).
Bedjo tampil sebagai pemimpin yang memiliki wisdom dan berani mengambil sikap tegas di tengah kegalauan bersikap yang menimpa para pemimpin negeri ini.
“Kampus harus membedakan, mana yang termasuk forum ilmiah berupa kajian ilmiah dalam mimbar kebebasan akademik untuk penelitian, pengkajian, pengembangan ilmu, dan forum public yang diadakan di kampus,”
Jalaluddin Rakhmat, adalah tokoh kontroversial dan memiliki cacat akademik. Jalal juga termasuk tokoh kontroversial yang melakukan penodaan agama atas pandangan-pandangan Syiahnya.
“Terus terang tidak banyak rektor berani menolak Syiah dalam konteks forum populer yang diadakan di Kampus seperti halal bi halal dan lain sebagainya,”

Mengenal Qum, Kota Suci Agama Syiah

Ulama Syiah Ternyata AhlulHisap (Enaknya Asap Knalpot)
 Bandit Syi'ah

Kerusakan kota-kota suci Iran ternyata erat kaitannya dengan para mulah. Sebab hanya para mulah itulah yang dapat masuk ke pusat-pusat pendidikan yang dikhususkan untuk gadis-gadis, meski pada dasarnya mengajar di tempat-tempat tersebut terlarang bagi laki-laki di kota Qom. Begitu juga dengan pusa-pusat kesehatan, rumah sakit dan tempat-tempat wisata yang dikhususkan buat wanita, banyak dijumpai para mulah berjalan-jalan dengan bebasnya seakan mereka adalah kelompok orang yang telah dihalalkan atas semua wanita yang masuk ke tempat-tempat tersebut.
Bahkan kerusakan di kota Qom jauh melebihi kerusakan kota Teheran yang merupakan kota yang lebih terbuka di banding Qom.
Angka bunuh diri di kalangan wanitanya dengan jalan minum racun sangatlah tinggi, dan hal itu disebabkan oleh beban mental yang banyak dirasakan oleh para wanita dan gadis-gadis yang tinggal di kota itu sebagai dampak dari situasi yang telah memaksa mereka dan juga cara-cara yang diterapkan oleh “syurthatul akhlaqil hamidah” yaitu polisi penegak akhlak terpuji di bawah kekuasaan para mulah.
Kondisi kejiwaan inilah yang di saat tertentu dapat memicu tindak kejahatan dari kaum laki-laki Iran untuk melakukan penculikan dan pemerkosaan, bahkan tak jarang berakhir dengan dibunuhnya sang korban karena takut dilaporkan. Dan sebagian wanita dan gadis korban perkosaan pun tak jarang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena malu dengan apa yang menimpanya.
Nyatanya, wanita di kota Qom selalu dalam resiko penghinaan dan pelecehan seksual, khususnya yang dilakukan oleh kalangan pelajar agama di Hauzah. Setiap kali mereka melihat wanita atau gadis yang sedang berada dijalan, maka buru-buru mereka membuka percakapan dengannya tentang nikah mut’ah, bahkan sedikit pun mereka tidak membuka ruang tanya jawab meski si wanita atau gadis tersebut merasa keberatan. Hal itu dikarenakan apa yang mereka inginkan adalah perkara yang disyari’atkan dan telah ditegaskan oleh pemerintah, di samping mut’ah dalam keyakinan mereka adalah perbuatan terpuji dan telah diwasiatkan oleh para Imam mereka sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab Imam mereka.
Karena itulah wanita-wanita di Qom harus menanggung penghinaan dan pelecehan seksual ini dari para mulah, pemuda dan juga kaum laki-laki. Mereka hanya mempunyai dua pilihan; tetap tunduk dengan aturan itu atau hidup dalam situasi kepahitan jiwa.
Sebagian besar kehidupan rumah tangga di kota Qom juga mengalami kegagalan, karena sebagian besar dari mereka hidup dengan tetap menjalani kebiasaan dan mengikuti adat yang menguasai di kota itu. Adat kebiasaan ini kadang bertentangan dengan tingkat pengetahuan dansosial mereka, dan adat inilah yang sering kali mendorong kaum laki-laki untuk melakukan mut’ah sebab mereka meneladani para mulah. Dan sebaliknya banyak para istri yang kemudian membalas perbuatan suaminya dengan menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Inilah yang menyebabkan kehidupan rumah tangga mereka berakhir dengan kegagalan lalu dilanjutkan dengan perceraian. Menurut penelitian tentang keadaan sosial di kota Qom, ternyata angka perceraian di kota itu menduduki peringkat terbesar kedua di negara Iran.
Seperti diketahui bahwa pengadilan yang khusus menangani kasus-kasus perdata di Iran dilaksanakan dengan perantara hakim-hakim yang selalu memotivasi para wanita dan gadis untuk melakukan perceraian, dan segera setelah perceraian itu mereka dipindahkan ke Yayasan-yayasan sosial dengan dalih menolong mereka agar cepat mendapatkan pekerjaan, namun pada kenyataannya mereka terjebak dalam perangkap para mulah untuk dijadikan budak dengan alasan mut’ah. Yayasan Az-Zahra’ termasuk Yayasan paling terkenal yang menjadi tempat tinggal para janda dan tempat bersenang-senangnya para mulah dan para pelajar agama di Hauzah yang sangat menginginkan berbuat mesum atas nama mut’ah.
Sampai ada hal yang sangat sulit dipercaya, jika dikatakan ada data yang tidak resmi menegaskan bahwa kota Qom telah mencatat angka tertinggi dalam masalah aborsi dengan cara yang tidak diatur oleh undang-undang. Sehingga sangat mustahil bila dalam sehari tidak ditemukan janin-janin yang telah dibuang di tempat-tempat sampah atau selokan air.
Kerusakan kota Qom tidak hanya itu, sebab kerusakan-serusakan lain juga telah mencatat angka yang sangat tinggi seperti pertikaian dan perkelahian antar kelompok dan perorangan yang menyebabkan menumpuknya korban luka-luka di rumah sakit Nakui di Qom setiap harinya. Salah satu jalan yang sering terjadi perkelahian adalah jalan Bajik.
Kota Qom juga mencatat angka tertinggi kedua penderita AIDS. Demikian juga dengan angka pecandu kokain jenis “crack”, tercatat bahwa satu dari tiga orang di kota Qom adalah pecandu opium.
Kota Qom juga tercatat sebagai kota yang paling banyak menggunakan minuman keras oplosan yang mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kematian atau hilangnya penglihatan, sebagaimana yang pernah terjadi dalam peristiwa peringatan “Iedun Nairuz”.
Sedang kondisi mata pencaharian masyarakat dan tingkat kemiskinan di kota Qom juga sangat memprihatinkan. Angka kemiskinan dan kelaparan di kota ini sangat tidak bisa dipercaya. Banyak masyarakat di kota ini yang sulit bahkan sekedar melindungi diri mereka dari cuaca dingin yang ekstrim atau musim panas yang menyengat. Makanan mereka sehari-hari adalah roti dan air, dan agak lebih baik sedikit adalah makaroni. Sering kali orang tua mereka menyaksikan kematian anak-anaknya di depan mata mereka karena ketidakmampuan berobat, bahkan mereka juga tidak memiliki kartu jaminan kesehatan.
Di antara keluarga-keluarga miskin di kota Qom juga sangat banyak yang mempekerjakan anak-anak kecil mereka di pabrik pembuatan batu bata dari malam hingga siang hari untuk sekedar bertahan hidup.
Sedang pemandangan seperti ini berlangsung di tengah banyaknya mulah yang hidup dalam kondisi serba mewah yang dihasilkan dari kekuasaan mereka atas proyek-proyek ekonomi dan kepemilikan saham pada banyak perusahaan-perusahaan besar. Mereka dapatkan bagian itu dari apa yang dinamakan harta “humus” yaitu berhak atas 5% dari harta yang diambil dari para pengikutnya. Harta humus ini bisa mencapai milyaran Tuman dalam setahunnya sehingga memungkinkan para mulah memiliki bangunan-bangunan istana di kawasan elit seperti Salarie, Amin Boulvare dan lain-lain di samping kepemilikan mereka atas rumah-rumah mewah di kawasan Niavaran utara Teheran.
Sumber :
http://www.alarabalaan.com/news-4426.html
http://www.dd-sunnah.net/news/view/action/view/id/2266/

Kami Adukan Nasib Kami Hanya kepada Allah

Beberapa video berikut ini gabungan dari beberapa rekaman korban kebrutalan rezim Basyar al-Assad di sejumlah kawasan di Suriah pada akhir Ramadhan dan Idul Fitri.



Dalam video yang pertama ini, bertanggal 5 Agustus 2013 yang bertepatan dengan malam 27 Ramadhan, seorang kakek di Al Houlah, Homs, menggambarkan betapa serangan mortir tanpa henti pasukan rezim Assad menewaskan tiga orang cucunya sekaligus. Satu orang cucu hancur sama sekali kepalanya. Satu lagi hancur di perutnya. Seorang lagi kehilangan kakinya.
Tetapi kata si kakek, tidak ada yang diucapkannya selain apa-apa yang diridhai Allah saja. “Kami adukan keluhan kami hanya kepada Allah, Al-Wahidil Qahhar. Dan tidak kami katakan melainkan apa yang Allah ingin kami katakan: ‘Innalillaahi wa inna ilayhi raaji’un.’
“Kami bukan teroris! Kami hanya adukan kepada Allah tentang para pemimpin dunia Arab yang tidak melakukan apa pun untuk menolong kami! Kami adukan hanya kepada Allah tentang semua orang, setiap orang (yang tidak menolong kami) di malam Ramadhan penuh berkah ini!”
Video yang berikut rekaman ruangan gawat darurat sebuah rumah sakit yang kewalahan menangani para korban serangan udara yang dilancarkan pasukan angkatan udara rezim Assad pada hari Idul Fitri.



Video-video dari Homs, Lattakia dan berbagai kawasan yang dibombardir rezim Assad ini ini diunggah oleh SNN Shaam English News.
Ciri dari berbagai video yang mereka unggah ini sama: betapa pun beratnya penderitaan mereka akibat kekejaman rezim Assad, warga Suriah yang menjadi korban ini tidak mengatakan apa pun selain membesarkan dan menyucikan nama Allah, serta memohon pertolongan dan kekuatan dariNya saja.

Khabar dari Ust. Abu Sa'ad

Muh Nurhuda

Tim Gabungan Relawan Indonesia untuk Suriah dalam berita :
Bantuan ambulans dari kaum muslimin Indonesia untuk rakyat Suriah
Foto: Tim Gabungan Relawan Indonesia untuk Suriah dalam berita :
Bantuan ambulans dari kaum muslimin Indonesia untuk rakyat Suriah

Hujan Meteor untuk Rakyat Syria

Hujan meteor yang menghujani bumi Syria setiap hari oleh Bashar Al-Assad tidak seindah hujan meteor yang anda saksikan pada malam ini di langit.
Coba Saksikan Bagaimana Mereka Menghujani Rakyat dengan Roket




Berikut adalah video bocor yang ditemui bersama tentara Assad setelah FSA berhasil menguasai beberapa kawasan di Lattakia.

Seputar berita Syria

Berita 12 Agustus 2013:
1) Kira-kira 50 orang mati di Syria terutama di Damaskus dan di pinggir kota Damaskus.

2) FSA telah mulai untuk melancarkan serangan laut. (gambar)Komandan FSA sedang meninjau keadaan di pantai.

3) Antara berita gembira bahwa FSA telah berhasil menjaga depot peluru di pinggir kota Damaskus yang menyimpan Rudal Anti Tank.

4) Tentera mafia Basyar terus membuat pengeboman di kota-kota seperti Damaskus, Dir al-Zour, dan Homs.

Sumber-Al-Jazeera
Foto: berita hari ini:
1) Kira-kira 50 orang mati di Syria hari ini terutama di Damsyik dan di pinggir bandar Damsyik.

2) FSA telah mula untuk melancarkan serangan laut. (gambar)Komander FSA sedang meninjau keadaan di pantai laut.

3) Antara berita gembira bahawa FSA telah berjaya mengawal depot peluru di pinggir bandar Damsyik yang mengandungi peluru berpandu yang boleh melawan perisai dan kereta kebal.

4) Tentera mafia Basyar terus membuat pengeboman di bandar-bandar seperti Damsyik, Dir al-Zour, dan Homs.

Sumber-Al-Jazeera

Inilah Loyalitas Syiah untuk Bassar

Lihatlah video ini. Syiah Alawi di perkampungan Syiah (didalam persembunyian bawah tanah), tetapi tetap juga mereka masih menyembah Bashar Assad!!! Masih tetap memuji-muji Bashar Assad!!

Situasi di Tanah Damaskus, "Ibu kota Suriah"


Beberapa orang merasa kebingungan dengan apa yang terjadi di Suriah(Syria), apakah ini perang antara "Syiah VS Sunni" atau ini perang "Rakyat VS Rezim" ??

Sebagai Muslim, kita harus melihat perang ini dari sudut pandang Islam, bahwa fakta dan seluruh bukti yang ada membeberkan bahwa saat ini saudara-saudara seAqidah kita di Suriah sedang dibunuhi dan disiksa oleh orang-orang Syiah dan ini merupakan peperangan "Sunni/Muslim VS Agama Syiah"

Namun bagi Syiah dan saudara kembarnya : Zionis beserta sekutu-sekutunya, mereka memiliki sudut pandang sendiri, mereka selalu mengatakan "bahwa ini adalah peperangan "Pemerintah Syria/RezimVS Pemberontak" atau Pemerintah Syria/Rezim VS Teroris" dan ini adalah pandangan yang tidak benar,
kenyataannya adalah:

Kepemimpinan di militer Assad seluruhnya di tangan Syiah, pilot jet tempur dan helikopter seluruhnya Syiah, memang benar bahwa di militer rezim Assad ada Sunni, namun mereka terpaksa berada disana karena adanya kewajiban melalui masa wajib militer bagi seluruh warga Suriah, dan mereka ditempatkan dibagian jasa umum atau di garis belakang dan bukannya di garis panas depan. Dan ditempat inilah pemuda-pemuda Muslim yang melalui wajib militer diperlakukan dengan keras, diharamkan sholat dan beribadah dan dicuci otaknya agar hanya tunduk kepada Basyar Al-Assad yang beragama Syiah Nushairiyah Alawiyah(ini sudah terjadi 40 tahun lamanya).

Namun kekerasan yang mereka dapatkan di militer rezim dengan izin Allah tidak akan pernah menghilangkan fitrah mereka sebagai Muslim, sebagai buktinya disaat melihat rezim Syiah membantai saudara Muslim Suriah, mereka bergantian membelot dari rezim dan bergabung di garis depan Mujahidin FSA dan Mujahidin dari brigade-brigade lainnya. Mereka terus membelot dari rezim dalam jumlah yang besar dan bergabung dengan FSA sebagaimana yang terjadi di Hama pada awal-awalnya terjadinya revolusi si Suriah dan kemudian terjadi juga diberbagai daerah lainnya di Suriah.

Namun banyak Sunni yang tidak dapat membelot, karena begitu mereka mencoba membelot maka mereka akan segera dieksekusi didepan publik, dan ini merupakan trend bagi rezim Syiah Assad di Suriah selama 3 tahun ini. Rezim Assad tidak akan pernah membiarkan seorang Muslim pun berada digaris depan militer rezim.

Meskipun demikian juga harus diakui tidak semua Sunni di Syria baik, sebagaimana diberbagai negara lain, ada orang-orang yang mengaku Muslim di Suriah namun tidak mengenal Allah dan agamanya dengan baik sehingga ia mau untuk tunduk kepada rezim yang zhalim, mereka benar-benar berperang dan mati karena membela Basyar Al-Assad. Namun ini jumlahnya minoritas atau sangat sedikit.

Sebagian besar tentara Assad berasal dari desa-desa Syiah di Suriah (desa Nible, Zahra, Qirdaha), Iraq(dari kawasan Diala) dan dari Lebanon(kawasan Dahia).

Dan bila kita mengatakan bahwa ini peperangan antara "Sunni/Muslim VS Syiah ini juga tidak sepenuhnya benar, ini adalah peperangan antara "Islam VS Anti Islam"
(karena dibelakang Syiah ada diamnya Amerika, senjata-senjata canggih Rusia, dukungan Eropa dan dari musuh-musuh Allah)

karena itu, bagi siapapun yang mengira FSA dapat ditolong oleh salah satu dari mereka maka dia salah!

Bagi siapapun yang mengira bahwa ini peperangan antara "Rezim dan Pemberontak" mereka sebenanya sedang berkhayal atau sudah termakan media barat, dan biarkan saja orang-orang yang berkhayal itu berbicara seperti yang ia inginkan, mereka tidak pernah bisa merubah kenyataannya. Karena kenyataannya adalah:

Basyar Al-Assad adalah Syiah(berbentuk sebuah pemerintahan rezim Syiah Assad) sedangkan yang mereka sebut pemberontak di FSA adalah warga yang tidak tahan lagi ditindas dan melihat keluarganya dibunuhi. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal atau merubah kenyataan itu!

Karena itu, bila ada laki-laki yang mengaku Muslim tapi bekerja untuk Basyar Al-Assad, tetap saja tidak mengubah kenyataan bahwa ia berada di ketentaraan Syiah yang pimpin oleh seorang laki-laki Syiah, dan menyerang kota-kota kaum muslimin (sedangkan kota-kota dan daerah warga Syiah si Suriah tetap hidup dalam kedamaian, seakan-seakan tidak terjadi apa-apa)

Dengan demikian, meskipun ada orang-orang Syiah, kristen, sekuler yang ingin juga ikut berjuang membebaskan Suriah bersama FSA, namun tetap saja mereka berada di bawah ketentaraan Muslim dengan pemimpin seorang laki-laki Muslim.
Dan ini merupakan kenyataannya, tidak ada poin atau pandangan apapun yang dapat merubah kenyataan ini.

Dan seperti inilah keadaan Damaskus hari ini, terbagi menjadi dua antara tentara Syiah dan tentara Muslim (sedangkan masyarakatnya, pada dasarnya seluruhnya Muslim, sedangkan Syiah pendatang dan sisa agama lain merupakan minoritas dengan jumlah yang sangat sedikit)

Perlu diketahui, Mujahidin telah mengambil kawasan timur Ghuthah(Ghuthah Syarqiyyah), tepi Damaskus, yang didalam hadits disebutkan bahwa di kawasan timur Ghuthah ini kelak akan bekumpul disana orang-orang terbaik dari para pejuang Islam. Meskipun pada masa Rasulullah dulu nama Ghuthah Syarqiyyah belumlah dikenal dan belum diberi nama Ghuthah Syarqiyyah.

Sedangkan di Ghuthah bagian barat dan utara, tentara Assad masih tetap menjaga istana Basyar Al-Assad dan markas militer utama(jabal Qasiun dan Jabal Mazeh),

CATATAN PENTING:
Warga Palestina di pengungsian Yarmuk di selatan kota Damaskus telah bergabung dalam revolusi ini bersama Muslim Syria melawan Syiah selama dua tahun.

Mereka berjuang membantu FSA selama dua tahun, namun dua minggu yang lalu Basyar Al-Assad menghukum mereka dengan cara menghancurkan rumah sakit pengungsi Palestina di Yarmuk disaat banyak orang di dalamnya.

Dan apa yang dikatakan Basyar Al-Assad terkait serangan ini??

Ia mengatakan bahwa ini adalah hukuman bagi para Teroris!!

Namun bagi warga Palestina yang bergabung dalam revolusi ini dan bergabung dengan pasukan Mujahidin melawan Syiah Assad, Hizbullat dan Iran, ini bukanlah hal yang mengejutkan mereka.
Karena mereka, orang-orang Islam yang mengikuti Al-Quran dan sunnah/hadits-hadits Nabi (Ahlus Sunnah/ (Sunni) telah berulang kali berkata :

"Kami adalah Muslim, dan kami berjuang untuk menolong saudara-saudara kami yang dizhalimi dan ditindas. Semoga Allah memberikan kemenangan yang segera kepada saudara-saudara kami."

Catatan Tambahan:
Di Suriah terdapat banyak brigade Mujahidin, ada yang tergabung dalam FSA yang dipimpin seorang pemimpin Muslim, dan FSA terbagi menjadi brigade-brigade pejuang lain yang didalamnya ada orang-orang Islam, ada juga tentara Syiah yang membelot, kristen dan sekuler. Namun semuanya tetap berada dalam satu kepemimpinan.

Ada juga brigade-brigade Islam diluar FSA seperti Jabhah Nusrah, Liwa' Tauhid, brigade Muhajirin yang terdiri dari Mujahidin dari luar Suriah dan brigade-brigade Islam lainnya.


GAMBAR:
Bagian Merah: Kawasan di Damaskus yang dikuasai tentara Syiah
Bagian Hijau: Kawasan di Damaskus yang ada ditangan Mujahidin dan Muslim Suriah
Foto: Situasi di Tanah Damaskus, "Ibu kota Suriah"

Beberapa orang merasa kebingungan dengan apa yang terjadi di Suriah(Syria),  apakah ini perang antara "Syiah VS Sunni" atau ini perang "Rakyat VS Rezim" ?? 

Sebagai Muslim, kita harus melihat perang ini dari sudut pandang Islam,  bahwa fakta dan seluruh bukti yang ada membeberkan bahwa saat ini saudara-saudara seAqidah kita di Suriah sedang dibunuhi dan disiksa oleh orang-orang Syiah dan ini merupakan peperangan "Sunni/Muslim VS Agama Syiah" 

Namun bagi Syiah dan saudara kembarnya : Zionis beserta sekutu-sekutunya, mereka memiliki sudut pandang sendiri, mereka selalu mengatakan "bahwa ini adalah peperangan "Pemerintah Syria/RezimVS Pemberontak" atau Pemerintah Syria/Rezim VS Teroris" dan ini adalah pandangan yang tidak benar, 
 kenyataannya adalah:

Kepemimpinan di militer Assad seluruhnya di tangan Syiah, pilot jet tempur dan helikopter seluruhnya Syiah,  memang benar bahwa di militer rezim Assad ada Sunni,  namun mereka terpaksa berada disana karena adanya kewajiban melalui masa wajib militer bagi seluruh warga Suriah,  dan mereka ditempatkan dibagian jasa umum atau di garis belakang dan bukannya di garis panas depan. Dan ditempat inilah pemuda-pemuda Muslim yang melalui wajib militer diperlakukan dengan keras, diharamkan sholat dan beribadah dan dicuci otaknya agar hanya tunduk kepada Basyar Al-Assad yang beragama Syiah Nushairiyah Alawiyah(ini sudah terjadi 40 tahun lamanya).

Namun kekerasan yang mereka dapatkan di militer rezim dengan izin Allah tidak akan pernah menghilangkan fitrah mereka sebagai Muslim,  sebagai buktinya disaat melihat rezim Syiah membantai saudara Muslim Suriah,  mereka bergantian membelot dari rezim dan bergabung di garis depan Mujahidin FSA dan Mujahidin dari brigade-brigade lainnya. Mereka terus membelot dari rezim dalam jumlah yang besar dan bergabung dengan FSA sebagaimana yang terjadi di Hama pada awal-awalnya terjadinya revolusi si Suriah dan kemudian terjadi juga diberbagai daerah lainnya di Suriah.

Namun banyak Sunni yang tidak dapat membelot,  karena begitu mereka mencoba membelot maka mereka akan segera dieksekusi didepan publik,  dan ini merupakan trend bagi rezim Syiah Assad di Suriah selama 3 tahun ini. Rezim Assad tidak akan pernah membiarkan seorang Muslim pun berada digaris depan militer rezim.

Meskipun demikian juga harus diakui tidak semua Sunni di Syria baik,  sebagaimana diberbagai negara lain, ada orang-orang yang mengaku Muslim di Suriah namun tidak mengenal Allah dan agamanya dengan baik sehingga ia mau untuk tunduk kepada rezim yang zhalim, mereka benar-benar berperang dan mati karena membela Basyar Al-Assad. Namun ini jumlahnya minoritas atau sangat sedikit.

Sebagian besar tentara Assad berasal dari desa-desa Syiah di Suriah (desa Nible,  Zahra,  Qirdaha), Iraq(dari kawasan Diala) dan dari Lebanon(kawasan Dahia).

Dan bila kita mengatakan bahwa ini peperangan antara "Sunni/Muslim VS Syiah ini juga tidak sepenuhnya benar,  ini adalah peperangan antara "Islam VS Anti Islam"  
(karena dibelakang Syiah ada diamnya Amerika,  senjata-senjata canggih Rusia,  dukungan Eropa dan dari musuh-musuh Allah) 

karena itu,  bagi siapapun yang mengira FSA dapat ditolong oleh salah satu dari mereka maka dia salah!

Bagi siapapun yang mengira bahwa ini peperangan antara "Rezim dan Pemberontak" mereka sebenanya sedang berkhayal atau sudah termakan media barat,  dan biarkan saja orang-orang yang berkhayal itu berbicara seperti yang ia inginkan, mereka tidak pernah bisa merubah kenyataannya. Karena kenyataannya adalah:

Basyar Al-Assad adalah Syiah(berbentuk sebuah pemerintahan rezim Syiah Assad) sedangkan yang mereka sebut pemberontak di FSA adalah warga yang tidak tahan lagi ditindas dan melihat keluarganya dibunuhi. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal atau merubah kenyataan itu! 

Karena itu,  bila ada laki-laki yang mengaku Muslim tapi bekerja untuk Basyar Al-Assad, tetap saja tidak mengubah kenyataan bahwa ia berada di ketentaraan Syiah yang pimpin oleh seorang laki-laki Syiah, dan  menyerang kota-kota kaum muslimin (sedangkan kota-kota dan daerah warga Syiah si Suriah tetap hidup dalam kedamaian, seakan-seakan tidak terjadi apa-apa) 

Dengan demikian, meskipun ada orang-orang Syiah,  kristen,  sekuler yang ingin juga ikut berjuang membebaskan Suriah bersama FSA, namun tetap saja mereka berada di bawah ketentaraan Muslim dengan pemimpin seorang laki-laki Muslim. 
Dan ini merupakan kenyataannya,  tidak ada poin atau pandangan apapun yang dapat merubah kenyataan ini. 

Dan seperti inilah keadaan Damaskus hari ini,  terbagi menjadi dua antara tentara Syiah dan tentara Muslim (sedangkan masyarakatnya, pada dasarnya seluruhnya Muslim, sedangkan Syiah pendatang dan sisa agama lain merupakan minoritas dengan jumlah yang sangat sedikit)

Perlu diketahui,  Mujahidin telah mengambil kawasan timur Ghuthah(Ghuthah Syarqiyyah), tepi Damaskus,  yang didalam hadits disebutkan bahwa di kawasan timur Ghuthah ini kelak akan bekumpul disana orang-orang terbaik dari para pejuang Islam. Meskipun pada masa Rasulullah dulu nama Ghuthah Syarqiyyah belumlah dikenal dan belum diberi nama Ghuthah Syarqiyyah. 

Sedangkan di Ghuthah bagian barat dan utara, tentara Assad masih tetap menjaga istana Basyar Al-Assad dan markas militer utama(jabal Qasiun dan Jabal Mazeh),

CATATAN PENTING:
Warga Palestina di pengungsian Yarmuk di selatan kota Damaskus telah bergabung dalam revolusi ini bersama Muslim Syria melawan Syiah selama dua tahun. 

Mereka berjuang membantu FSA selama dua tahun,  namun dua minggu yang lalu Basyar Al-Assad menghukum mereka dengan cara menghancurkan rumah sakit pengungsi Palestina di Yarmuk disaat banyak orang di dalamnya.

Dan apa yang dikatakan Basyar Al-Assad terkait serangan ini??

Ia mengatakan bahwa ini adalah hukuman bagi para Teroris!!

Namun bagi warga Palestina yang bergabung dalam revolusi ini dan bergabung dengan pasukan Mujahidin melawan Syiah Assad,  Hizbullat dan Iran,   ini bukanlah hal yang mengejutkan mereka. 
Karena mereka, orang-orang Islam yang mengikuti Al-Quran dan sunnah/hadits-hadits Nabi (Ahlus Sunnah/ (Sunni) telah berulang kali berkata :

"Kami adalah Muslim,  dan kami berjuang untuk menolong saudara-saudara kami yang dizhalimi dan ditindas. Semoga Allah memberikan kemenangan yang segera kepada saudara-saudara kami." 

Catatan Tambahan:
Di Suriah terdapat banyak brigade Mujahidin,  ada yang tergabung dalam FSA yang dipimpin seorang pemimpin Muslim, dan FSA terbagi menjadi  brigade-brigade pejuang lain yang didalamnya ada orang-orang Islam, ada juga tentara Syiah yang membelot,  kristen dan sekuler. Namun semuanya tetap berada dalam satu kepemimpinan.

Ada juga brigade-brigade Islam diluar FSA seperti Jabhah Nusrah, Liwa' Tauhid,  brigade Muhajirin yang terdiri dari Mujahidin dari luar Suriah dan brigade-brigade Islam lainnya.


GAMBAR: 
Bagian Merah: Kawasan di Damaskus yang dikuasai tentara Syiah
Bagian Hijau: Kawasan di Damaskus  yang ada ditangan Mujahidin dan Muslim Suriah

Translate This Site

Modified by SUNNAHCARE Visit Original Post SUNNAH CARE