Aqidah    Manhaj    Al Quran    Hadits    Tafsir    Siroh    Fiqh    Akhlak dan Adab    Informasi   

Jumlah Pengunjung

Lokasi Pengunjung

Kumpulan Situs Sunnah Headline Animator

Pengikut

Komentar

Email Admin

sunnahcare@gmail.com

sunnah_care@yahoo.com

Ikuti Kami di Twitter

Mari Bantu Klik Link Berikut Ini:



Bukti Syi'ah di Jambi Sudah Meracuni Anak Sekolah

Aparat Hukum Harus menyelidiki Masalah besar ini... Masih seukuran semut gerakan syiah di Indonesia sudah mulai menebar racun ditengah umat Islam Jambi.
Shahabat Umar ibn Khattab di ilustrasi kan sebagai BABI dalam buku pendidikan Islam di sekolah-sekolah Jambi !

Presiden Yaman Menyerukan Hutsy Untuk Mundur

Presiden Yaman Abdu Rabbu Mansur Hadi ternyata masih baik hati, beliau masih ingin menyelamatkan nyawa-nyawa Rafidho dengan meminta mereka untuk mundur dari peperangan ini. Bila tidak maka pasukan koalisi akan terus menggempur mereka.
Pernyataan ini disampaikan di Pertemuan liga arab selama dua hari di Mesir.


Video Lanjutan serangan Aliansi Teluk ke Pemberontak Hutsy:

Iran Ngalor Ngidul

Jaka Sembung Naik Ojek, Ngak Nyambung Jek....
Dasar Kaum Rafidho Iran Pendusta.....
Merasa tidak dihiraukan oleh Negara teluk karena anak emas Iran di Yaman yakninya syi'ah Hutsy terus dibombardir Aliansi Teluk... Iran mencoba membuka kartu As yang selama ini mereka gunakan...
Mau tahu????
ya Jawabannya mereka menggunakan isu kebencian umat Islam terhadap Negara Israel (baca: Yahudi)....
Kenapa dengan Negara Israel???
Ya karena ini slogan basi yang selalu mereka gunakan...
Ingat si pembual mantan presiden Iran Ahmadi Bejat yang ingin menghapuskan Negara Israel dari Peta Dunia????
Trik ini selalu mereka gunakan untuk menarik simpati umat Islam di seluruh dunia....
Tapi Zaman sekarang bukan zaman Siti Nurbaya (maaf salah ketik) ini juga bukan zaman batu... Walaupun media2 mainstream diam.. Maka media Internet sudah bisa mengungkap Fakta2 yang sebenarnya....
JADI KALAU KITA INGIN CERDAS JANGAN CARI INFORMASI DI TV TAPI CARILAH DI INTERNET. 
Berikut Bualan Kaum Rofidho Iran:

BEIRUT - Duta besar Iran untuk Libanon, Mohammad Fathali menyerukan kepada Arab Saudi dan sekutunya untuk segera menghentikan agresi terhadap Yaman. Dalam pandangannya, agresi itu memberikan keuntungan yang besar bagi Israel.

"Agresi lanjutan terhadap Yaman akan memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah, yang pada gilirannya hanya menguntungkan Israel," ucap Fathali sepeti dikutip kantor berita Libanon, The Daily Star pada Sabtu (28/3/2015).

"Kerusakan yang diakibatkan oleh pertempuran tersebut, serta perbedaan yang terus menerus akan membawa konflik sejalan dengan skema startegis yang diinginkan oleh Israel," imbuhnya.

Selain menguntungkan Israel, Fathali juga mengatakan, agresi yang dilakukan Saudi dan sekutunya juga merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Karena, lanjut Fathali, Yaman adalah negara merdeka dan berdaulat, jadi sebuah kesalahan besar jika sebuah negara melakukan serangan terhadap negara beradulat.
 


Dubes Iran Utk Lebanon

"Negara-negara Arab juga harus menghormati keinginan yang diutarakan oleh warga Yaman, dan juga mendesak adanya dialog antara faksi-faksi lokal dalam upaya untuk mencapai pemerintahan yang inklusif dan persatuan nasional," tambah Fathali.

Iran sendiri merupakan negara yang paling vokal mengecam agresi yang dilakukan oleh pemerintah Saudi dan sekutunya. Langkah Iran ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat Iran disebut sebagai pendukung utama Houthi, walaupun negara tersebut terus membantahnya.
--------------------------------

Keakraban Iran dengan Yahudi 

Justru klo kita mau buka mata dan fikiran sedikit saja maka kita akan tahu faktanya kalau ternyata Iran adalah biang kerok masalah di Yaman.
Merekalah sebenarnya yang mengobrak abrik kedaulatan negara lain.
Bukankah pelatihan militer, pasokan senjata ilegal, penyusupan tentara Iran ke Yaman adalah bentuk pelanggaran Hukum Internasional ??????????????????????????????/

Lalu ketika presiden yang sah Yaman meminta bantuan negara lain karena negaranya diobrak-abrik oleh cakar2 Iran tersebut malah disalahkan oleh Iran??????

In syaa Allah hal yang dilakukan Iran untuk membangun bulan Purnama Majusi di Timur Tengah secara pelahan adalah Bom Waktu yang akan menghancurkan mereka sendiri.....

Antara Olga Syahputra dan Negri Muslim

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un


Sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk mengucapkan kata2 ini ketika saudara kita sesama muslim meninggal dan dalam menghadapi musibah, terlepas bagaimana riwayat hidupnya.

Meninggalnya seorang tokoh akan menyedot perhatian publik yang luar biasa ketimbang seorang fakir.
Peristiwa ini pun menenggelamkan peristiwa-peristiwa besar lainnya.
Sebagai contoh yang terhangat adalah artis Olga Syahputra.... Rame2 media massa dan para tokoh sampai orang2 dipelosok indonesia sekalipun membicarakannya... Beritanya pun bombastis,,, bahkan di buat Breaking News segala.

Ya udahlah mungkin ini adalah suatu ibroh yang besar bagi kita...bagaimana media massa sangat mempunyai pengaruh yg urgen dalam zaman sekarang.

Terlepas dari semua itu .... kematian seorang artis tidaklah bernilai lebih dibandingkan dengan perjuangan2 kaum muslimin di penjuru dunia dalam menegakkan kebenaran.

Ribuan bahkan ratusan ribu umat muslim terbunuh karena mempertahankan agama Islam ini lenyap ditelan arus monopoli informasi. Sebutlah: Suriah, Palestina, Iraq, Libya, Afghanistan, Rohingya, yang terbaru adalah Yaman...

Dimana kah kita dapat informasi nya....????
Jawabannya di Internet dan Media luar negri...
Trus kemana media dalam Negri kita???
Sibuk dibuai oleh lantunan kehidupan hedonisme, sekularisme dengan recehan2 Dollar.
Wartawan2 kita sudah mati rasa dan berkhianat... mereka lupa kode etik sebagai wartawan....

Benar juga kata salah seorang Komandan Kafir: jikalau kamu ingin menang dalam peperangan di zaman ini,,, maka kuasailah media informasinya...

Kesempatan Berinfaq


Update Laporan Donasi Pendirian SD Tahfidzul Qur'an H-63
Tanggal Pembukaan Donasi: 3 Maret - 31 Mei 2015 = 90 Hari
*******************************************
Assalaamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh,
Mohon maaf pada kesempatan ini kami dari Yayasan Nurul Qur'an Sumbar numpang sharing dengan maksud menyebarkan infaq /donasi. Dimana kami bermaksud untuk mendirikan SD Tahfidzul Qur'an sebagai kelanjutan TK Tahfidzul Qur'an yg sdh berjalan hampir 1 tahun. In syaa Allah target kami bulan juni nanti sdh bisa berdiri sehingga utk TA 2015 / 2016 SD Tahfidzul Qur'an kita bisa berjalan sebagaimana mestinya. Uluran tangan kaum muslimin dan muslimat dimanapun berada sangat kami harapkan semoga niat kami untuk mencetak generasi-generasi penghafal Al-Qur'an bisa terwujud. Kami bukanlah organisasi dengan dasar profit orientation, kami adalah lembaga sosial yang berusaha memberikan andil dalam bidang pendidikan dengan mengedepankan dieniyah dan menumbuhkan kecintaan generasi dini terhadap Al-Qur'an.
*******************************************
PROFIL SINGKAT:
Yayasan Nurul Qur'an Sumbar Merupakan Lembaga Dakwah, Sosial dan Pendidikan.
Melalui SK Menkumham RI No. AHU-0002231.AH.01.04 Tahun 2015, maka Yayasan Nurul Qur'an Resmi sebagai lembaga Legal yang diakui Pemerintah RI.
Yayasan ini beralamat di:
Jl. Raya Tabing Banda Gadang, Arai Pinang Blok C4, RT.4/RW.3, Kel. Tabing Banda Gadang, Kec. Nanggalo, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat.
STRUKTUR KEPENGURUSAN:
PENASEHAT:
1. Al Ustadz ABU THOHIR JONES VENDRA, LC (Alumnus Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Univ. Islam Madinah)
2. Al Ustadz ABU YA'LA HIZBUL MAJID (Alumnus Darul Hadits Yaman)
PEMBINA: PENI ANDESTA
PENGAWAS: BENI DEPRIO SUWANDI
KETUA: AIDIL ADE
SEKRETARIS: ERIZAL
BENDAHARA: FIRNA DEWI ASTUTI
Yayasan Nurul Qur'an Sumbar sudah menjalankan TK dengan program unggulan Tahfidzul Qur'an.
Hal yang membuat kami termotivasi adalah Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” HR. Bukhari No.4639.
Saat ini Anak-anak TK kami sudah ada yang bisa membaca Al Qur'an dan membaca Latin.....
Bantulah Agama Allah, Niscaya Allah akan Membantu Dirimu
Allah Ta'ala berfirman : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad ayat.7)
Mendirikan Lembaga Pendidikan Sesuai Al Qur'an dan Sunnah merupakan salah satu bentuk pertolongan terhadap Agama Allah ini. Ketika yg lain berlomba-lomba dalam kemaksiatan, maka kita kaum muslimin harus lebih semangat lagi berlomba-lomba dalam kebaikan.
*******************************************
Donasi dapat disalurkan ke rekening yayasan berikut ini (YNQS: Yayasan Nurul Qur'an Sumbar):
Bank Syariah Mandiri: 7084570178
a/n YNQS
Konfirmasi donasi ke: 085364575752

via rekening PAYPAL ke:
nurulquransumbar@yahoo.com

Atas bantuan dan partisipasi serta do'a yang diberikan kami ucapkan Jazakumullahu khoiron.
*******************************************
Laporan Donasi:
28/3/2015 : Rp.100.000,- Hamba Allah
27/3/2015 : Rp.150.000,- Hamba Allah, Cileungsi.
26/3/2015 : Rp.0,-
25/3/2015 : Rp.0,-
24/3/2015 : Rp.0,-
23/3/2015 : Rp.9.000.000,- Ibu Eri. Jakarta
23/3/2015 : Rp.300.000,- Ibu Amrinda Gusti. Padang
22/3/2015 : Rp.0,-
21/3/2015 : Rp.0,-
20/3/2015 : Rp.0,-
19/3/2015 : Rp.100.000,- Bpk. Ahmad Yusuf, Jawa Tengah
18/3/2015 : Rp.25.000,- Hamba Allah, Cikarang
18/3/2015 : Rp.200.000,- Hamba Allah
18/3/2015 : Rp.50.000,- Hamba Allah
17/3/2015 : Rp.0,-
16/3/2015 : Rp.100.000,- Hamba Allah, Padang
16/3/2015 : Rp.100.000,- Hamba Allah
16/3/2015 : Rp.200.000,- Hamba Allah
15/3/2015 : Rp.200.000,- Hamba Allah. 0815801xxxx
15/3/2015 : Rp.100.000,- Hamba Allah
15/3/2015 : Rp.1.000.000,- Bpk. Syukri. 08121362xxxx
14/3/2015 : Rp.0,-
13/3/2015 : Rp.200.000,- Bpk. Rusyan Kumara, Bandung. 08122070xxxx
13/3/2015 : Rp.500.000,- Ibu Nenny Kurniati. 08211941xxxx
13/3/2015 : Rp.1.000.000,- Bpk. D. Chaidir Rahimahulloh, Bogor. 08138128xxxx
12/3/2015 : Rp.5.000.000,- Hamba Allah. 08132328xxxx
12/3/2015 : Rp.300.000,- Bpk. Rudy. 0812861xxxx
12/3/2015 : Rp.490.000,- Hamba Allah
11/3/2015 : Rp.25.000,- Hamba Allah, Cikarang
11/3/2015 : Rp.10.000,- Hamba Allah
10/3/2015 : Rp.10.000,- Hamba Allah
10/3/2015 : Rp.50.000,- Hamba Allah
9/3/2015 : Rp.150.000,- Hamba Allah
9/3/2015 : Rp.250.000,- Bpk. Jimmy Sumakul
8/3/2015 : Rp.500.000,- Hamba Allah. 08127591xxxx
7/3/2015 : Rp.100.000,- Bpk. Novan Yuhandri, Lubuk Alung. 08121440xxxx
7/3/2015 : Rp.250.000,- Bpk. Jimmy, Bandung. 08180205xxxx
6/3/2015 : Rp.200.000,- Hamba Allah
5/3/2015 : Rp.0,-
4/3/2015 : Rp.0,-
3/3/2015 : Rp.0,-

Total: Rp.20.660.000,-
Kekurangan Biaya: 75.000.000 - 20.660.000 = Rp. 54.340.000,-
*******************************************
Perkiraan Biaya yang kami butuhkan adalah sebagai berikut ini:
1. Bea Gedung dan Perlengkapan SD 1 Tahun = Rp. 25.000.000,-
2. Papan Tulis 2bh @ 150.000 = Rp. 300.000,-
3. Rak Sandal Kayu 2bh @ 150.000 = Rp. 300.000,-
4. Lemari Arsip Siswa dan ATK Sekolah 3bh @ 400.000 = Rp. 1.200.000,-
5. Kursi Kayu Siswa 10bh @ 150.000 = Rp. 1.500.000,-
6. Meja Kayu Siswa 5bh @ 300.000 = Rp. 1.500.000,-
7. Subsidi Gaji Kep,Sek dan Guru SD 1org utk 13bln @ 1.700.000 = Rp. 22.100.000,-
8. Subsidi Gaji Guru Tahfidzul Qur'an 1 org utk 13bln @ 1.200.000 = Rp. 15.600.000,-
9. Subsidi Gaji Guru TK utk 12bln @ 500.000 = Rp. 6.000.000,-
10. Bea Tak Terduga = Rp. 1.500.000,-
TOTAL= Rp. 75.000.000,-
--------------------------------------------------

Email: nurulquransumbar@yahoo.com
--------------------------------------------------
FB FanPage: Yayasan Nurul Quran Sumbar
FB Grup: Yayasan Nurul Qur'an Sumbar

Media Sekuler Indonesia Tutup Semua Lubang

Hanya Media Online yang masih beraksi !!!!!

Bismillah..
Kami mohon doa dari saudara dan keluargaku sekalian agar Allah segerakan kemenangan PASUKAN KOALISI NEGARA TELUK yang dipimpin Kerajaan Arab Saudi, dan didukung oleh 10 Negara Teluk dan Negara Islam seperti: Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Yordania, Mesir, Sudan, Pakistan, Turki... dalam menggempur habis-habisan Milisi Pemberontak Syiah Houthi yang berhasil mengkudeta Presiden Yaman Abdur Rabbih Manshur Hadi dan menguasai Negeri Yaman dengan bantuan Negara Iran yang merupakan basis kekuatan Ajaran Sesat Syiah.
Kami memohon doa dari kaum muslimin agar Allah memenangkan Pasukan Koalisi Negara-Negara Teluk yang merupakan basis Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan menyegerakan kebinasaan kepada Kelompok Ekstrim Sesat Syiah yang berhasil menguasai Yaman dengan bantuan Negara Iran serta kelompok ekstrem lainnya di Yaman seperti Al-Qaeda dan ISIS.
Serangan udara dimulai hari Kamis kemarin yang dipimpin langsung oleh Kerajaan Arab Saudi dengan mengerahkan 170 pesawat tempur (100 diantaranya adalah milik Kerajaan Arab Saudi) untuk membombardir wilayah-wilayah di Yaman yang berhasil dikuasai Syiah Houthi.
Serangan ini diawali dengan permohonan bantuan militer dari Presiden Yaman kepada Negara-Negara Arab untuk mengatasi krisis Yaman dan serangan ini mendapat dukungan pula dari kaum muslimin Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di seluruh dunia.
Saat ini Kerajaan Arab Saudi meningkatkan keamanan negerinya pasca serangan Pasukan Koalisi Negara-Negara Teluk ke basis-basis kekuatan Syiah Houthi di Yaman.
Negara Iran selaku penyumbang kekuatan militer kepada Milisi Pemberontak Syiah Houthi pun mengancam Kerajaan Arab Saudi dan Negara koalisi lainnya agar menyudahi serangan militer ini.
Kita yakin kemenangan Ahlus Sunnah terhadap Syiah Rafidhah akan segera terwujud dengan izin dari Allah.
Mari kita doakan agar Negara Yaman segera diselamatkan oleh Allah dari makar Milisi Pemberontak Syiah Houthi.
Semoga Allah menjaga Negeri Haramain yaitu Kerajaan Arab Saudi dari makar musuh-musuh Islam semisal Syiah, Al Qaeda dan ISIS. Amin.
Sekian info yang dapat kami sampaikan berhubung berita besar ini tidak dipublikasikan oleh media di Indonesia karena dikuasai oleh orang-orang sekuler yang anti Islam, seperti Metro TV dan lainnya.
Mohon di share ke segenap kaum muslimin agar mendoakan Negeri Yaman dan mendoakan keamanan bagi Negara-Negara Teluk khususnya Kerajaan Arab Saudi dari serangan balik Syiah, Al Qaeda dan ISIS.
Penyusun:
Haris Hermawan.
Mahasiswa S2 di Islamic University In Madinah, Kingdom of Saudi Arabia.

Alasan Sesama Negara Muslim Sulit Saling Membantu Secara Militer

"Kenapa Saudi tidak/belum kirim pasukan ke Suriah? Jawabnya saya ndak tau, belum tanya sama Pakde Salman. Tapi dari perspektif hukum internasional bagaimana? Nah, sebetulnya banyak yang sudah tau kok: karena Presiden Yaman berdaulat dan berhak meminta bantuan melawan pemberontak, sedangkan kalo di Suriah, (sayangnya) si Assad lah yang berdaulat dan apa iya mau kirim pasukan lawan pemerintah yang sah? Tapi biar keren kita pake (1) analisis hukum, dan (2) tetep dikasih masalah untuk dipikirin hehehe.

ANALISIS HUKUM INTERNASIONAL
Dalam hukum internasional, tindakan agresi itu dianggap sebagai salah satu kejahatan internasional yang paling serius sampai tingkatannya sudah Jus Cogens atau Peremptory Norm (norma tertinggi dalam hukum internasional, kalo ada traktat dll yang melanggarnya maka traktat itu dianggap hapus. Silahkan lihat Konvensi Wina 1969 pasal 53, juga ILC Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts with commentaries 2001, di penjelasan Pasal 26).
Apa itu agresi? Annex pada Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974, yang kemudian dikutip di amandemen Statuta Roma pada Kampala Agreement di Pasal 8bis, menjelaskan bahwa pengertian agresi adalah:
“…the use of armed force by a State against the sovereignty, territorial integrity or political independence of another State, or in any other manner inconsistent with the Charter of the United Nations.” (Dengan penambahan penekanan)
Maksud dari sovereignty dan independence ini adalah kedaulatan pemerintah untuk mengambil keputusan dan memaksakan berlakunya hukum di wilayah di mana dia berdaulat itu, tanpa intervensi asing. NAH, prinsipnya itu adalah sebuah pemerintah berdaulat mah monggo aja mau mengizinkan siapapun masuk ke wilayahnya, namanya dia yang punya.
Artinya ada dua unsur utama dari agresi: “penggunaan kekerasan bersenjata” dan “melawan kedaulatan, integritas territorial, dan kemandirian politik Negara lain”, yang keduanya harus terpenuhi.
Maknanya ada beberapa.
Pertama, suku Houthi tidak bisa dibilang melakukan agresi, karena bukan ‘negara lain’ yang diserang.
Kedua, kalau Presiden Yaman sudah mengizinkan bahkan meminta bantuan kepada Negara lain (dan presiden ini masih diakui), ya artinya syarat “melawan kedaulatan” tidak terpenuhi. Jadilah statement Kemlu Iran ini tidak tepat, dan justru sangat sah serangan Saudi ini. Bagaimana dengan korban sipil yang terjadi? Itu udah beda jalur dan beda pembahasan.
Ketiga, kalau sampai Saudi menyerang pemerintah Suriah, bisa jadi masuk ke tindakan agresi.
Akan tetapi ada satu lagi koridor sebetulnya, namanya Humanitarian Intervention. Maksudnya adalah tindakan agresi (kekerasan bersenjata, dan melawan kedaulatan) tapi ditujukan untuk alasan kemanusiaan, misalnya untuk membebaskan suatu kaum/masyarakat dari tirani. Nah, ini menimbulkan banyak sekali perdebatan, karena di satu ada sejarah panjang tentang just war (perang untuk tujuan yang baik, misalnya membebaskan orang yang tertindas pemerintah dzalim dll) dalam doktrin abad pertengahan, tapi di sisi lain orang udah capek dengan perang setelah kedua perang dunia II.
Nah, sebetulnya di Agresi tadi kalau semuanya memperhatikan ada satu unsur tambahan di kejahatan agresi yaitu bahwa agresi itu adalah “dengan cara yang bertentangan dengan Piagam PBB”. Piagam PBB di Pasal 2(7) mengatakan bahwa tidak boleh melanggar kedaulatan, kecuali dengan pembatasan yang diberikan di Bab VII Piagam PBB yang membuka peluang intervensi berupa sanksi termasuk otorisasi tindakan militer oleh Dewan Keamanan. Jadi di antara perdebatan yang ada, ada kesepakatan bahwa setidaknya ada satu jenis agresi yang bisa dibenarkan yaitu jika mendapatkan otorisasi dari PBB, misalnya otorisasi untuk menyerang Libya dulu itu.
Tapi bagaimana dengan Perang Irak yang tahun 2003? Nah mayoritas Negara di dunia mengakui bahwa itu adalah hal yang salah. Tapi ya bagaimana, lah wong UK dan USA punya hak Veto jadi siapa yang mau memberi sanksi ke mereka?
Nah, karena itu untuk amannya secara politis, lebih baik Saudi tidak mengirimkan pasukan ke sana. Nah, tapi mereka mengirimkan dana dan senjata? Itu bagaimana?
BANTUAN SAUDI KE MUJAHIDIN SURIAH
Statement Menlu Iran itu sangat lucu karena di satu sisi dia menuduh Saudi Arabia melanggar kedaulatan Negara, padahal dia sendiri melakukannya.
Dalam kasus USA v. Nikaragua (1986) di ICJ,[1] USA divonis bersalah karena melanggar hukum kebiasaan internasional berupa pelanggaran kedaulatan negara yaitu Nikaragua. Bagaimanakah USA melanggar kedaulatan Nikaragua? Nih kutipannya:
“..training, arming, equipping, financing and supplying the contra forces or otherwise encouraging, supporting and aiding military and paramilitary activities in and against Nicaragua..” (Operative Clause 3, Judgment)
Terserah Iran mau menyangkal kayak apa, tapi ya kelihatan buanget bahwa Iran banyak sekali mensuplai berbagai macam hal kepada pemberontak Syiah Houthi. Jadi ya mereka sendiri melakukan apa yang mereka tuduhkan, dan ironisnya tuduhannya kepada Saudi justru salah. Emang unyu gemes gemeeesss pengen lempar sepatu (tapi latihan dulu jangan kayak Bush, dilempar sepatu tapi dianya berhasil menghindar).
Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana dengan dukungan Saudi Arabia ke beberapa kelompok Mujahidin yang berperang melawan Assad? Saya tidak tahu apakah Saudi Arabia mengirimkan milisi resmi (kalau iya itu tetap masuk ke definisi agresi, silahkan lihat Pasal 2 dari Annex dari Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974), tapi yang saya tahu minimal kirim uang dan senjata. Banyak orang-orang asal Saudi yang ikut bertempur, tapi kelihatannya itu atas nama individu dan bukan atas nama Negara (ini sudah pisah personalitas hukum).
Tindakan mendanai dll ini tidak tergolong dalam tindakan agresi tetapi masih tergolong melanggar kedaulatan. Ibaratnya keduanya dosa besar tapi satunya XL dan yang lain XXXL. Dosanya sedikit lebih kecil dibandingkan agresi langsung. Apakah ini mungkin alasan kenapa Saudi masih berani bermain di wilayah ini? Apalagi temannya banyak, sebagaimana yang kita ketahui banyak sekali pihak yang membantu FSA termasuk Barat.
Lalu, memang ada perdebatan sengit apakah boleh menggunakan justifikasi humanitarian intervention untuk melakukan agresi. Tapi bagaimana kalau ‘hanya’ di level intervensi yang tidak sampai agresi? Kelihatannya argument pro humanitarian intervention akan punya sedikit tambahan justifikasi, apalagi ditambah dengan fakta bahwa jahatnya Assad ke Sunni sudah jauh melebihi jahatnya Nikaragua bahkan Sadam. Tapi mungkin masih belum sejahat Pemerintah Afrika Selatan zaman Apartheid dulu, dan saat itupun tidak ada intervensi langsung (kecuali sanksi-sanksi embargo ekonomi dan militer dari PBB)?
Jadi sekarang pertanyaannya begini: apakah justifikasi Saudi Arabia untuk membantu Mujahidin di Suriah memiliki dasar dalam hukum Internasional? Ataukah sebetulnya menyimpangi hukum internasional tapi kebetulan buanyak yang mendukung sehingga secara politis tidak bisa diapa-apakan?

Catatan Kaki:
[1] yang putusannya tentu hanya mengikat para pihak yang bersengketa (Pasal 59 Statuta ICJ) tapi dapat menjadi sumber rujukan dalam hukum internasional (Pasal 38 Statuta ICJ), karena kontennya bisa merujuk pada sumber-sumber mengikat dalam hukum internasional misalnya hukum kebiasaan internasional (Pasal 38 Statuta ICJ)"

Pemberontak Hutsy Bergelimpangan


Mujahidin Sujud Syukur


Semalam terjadi pertempuran darat sengit di perbatasan kota A'den, Yaman. Mujahidin gabungan menghadang laju milisi Hutsi yang hendak menduduki A'den !
Milisi Hutsi yang berseragam layaknya militer lengkap dengan sepatu boot, Uniform, Dan topi, Dihajar para pejuang yang bertempur mengenakan sarung !
Heill Mujahidin ! Heill Sarung !


Cara Ulama Yaman Berjihad

Di Shabhwa, Yang isinya beberapa kabilah terkuat di Yaman, Hutsi melakukan aksi militer. Saudara saya disana sekeluarga bergabung dengan kabilahnya angkat senjata melawan
Setelah briefing singkat dan pemanasan tembak-menembak ke udara, Bergeraklah pasukan ke rumah sederhana tapi luas milik ulama setempat, Meminta doa restu. Dari dalam keluar anak sang ulama meminta hadirin menyingkir dari garasi karena yang ditunggu akan datang dari situ
Beberapa saat kemudian, Dari garasi terdengar suara menderum. Gesekan besi dengan aspal, Ditimpali suara mesin diesel yang berat dan berdebam-debam. Penasaran, Para hadirin melongok ke garasi. Begitu pintu terbuka terkejut lah mereka
Sang ulama yang tua renta itu keluar mengenakan jubah putih, Menenteng AK-47, Dan duduk diatas tank baja !
Dari rumah beliau keluar 3 tank baja, Satu kendaraan pengangkut senjata anti serangan udara, Dan satu peluncur mortir
Gile orang Yaman, Ulama simpenannya bukan tasbeh sama tongkat, Tapi tank baja !

Depot Senjata Terbesar Pemberontak Hutsy Hancur

RIYADH - Tiga hari sudah Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Semua titik yang dinilai sebagai basis kelompok tersebut dihantam oleh rudal-rudal yang dilepaskan jet tempur Saudi dan sekutunya.
 


Salah satu sasaran utama Saudi adalah gudang-gudang senjata kelompok pemberontak itu. Terbaru, seperti diberitakan Al Arabiya pada Sabtu (28/3/2015), Saudi berhasil menghancurkan tempat penyimpanan rudal balistik milik Houthi.

PIhak Saudi mengkalaim, gudang yang mereka serang adalah gudang penyimpanan rudal terbesar milik Houthi. Mereka yakin, serangan itu berhasil memusnahkan sebagian besar persenjataan kelompok yang menguasai kota Sanaa tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Mohammed bin Salman yang menjadi koordinator serangan tersebut mengatakan telah mengrimkan kembali tiga pesawat jet ke Yaman, untuk melakukan serangan lanjutan.

Pengiriman tiga pesawat itu juga dikabarkan dikirmkan untuk melindungi proses evakuasi misi PBB di Sanaa. Setidaknya 140 orang anggota misi PBB dievakuasi dari Sanaa, dan dilarikan ke Ehtiopia.

Ternyata Iran Adalah Penyokong Pemberontak Syi'ah Hutsy

SHARM EL SHEIKH - Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi menyebut pemberontak Syi'ah Houthi sebagai boneka Iran. Komentar itu dia sampaikan dalam pertemuan puncak Liga Arab di Sharm el-Sheikh, Mesir, Sabtu (28/3/2015).
 


”Saya katakan pada boneka Iran (Syi'ah Hutsy). Anda adalah orang yang menghancurkan Yaman dengan ketidakdewasaan politik Anda,” kata Presiden Hadi mengacu pada musuh politiknya, Houthi.

Presiden Hadi telah meninggalkan Yaman, setelah tersudut akibat serbuan milisi Houthi. Dia menyampaikan terima kasih kepada negara-negara Teluk yang meluncurkan agresi di Yaman untuk memerangi kelompok musuh politiknya itu.
Pihak Teheran telah membantah tuduhan bawah mereka memberikan dana dan pelatihan kepada milisi oposisi Houthi, seperti yang dituduhkan negara-negara Barat dan pemerintah Yaman (Hal ini biasa karena bagi Iran dan Kaum syi'ah Dusta itu adalah Agama mereka,, At Taqiyyah Dienuna).

Sebelum muncul tuduhan dari Presiden Hadi, pemerintah Arab Saudi, sudah lebih dulu mengeluarkan tuduhan serupa. Tuduhan Saudi itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) Adel al-Jubeir kepada wartawan. "Kami melihat Iran memainkan peran besar dalam mendukung Houthi,” kata Jubeir.
Diplomat Saudi itu juga menyebut Hizbullah Libanon juga ikut berperan di Yaman. ”Ada penasihat Iran yang menasihati mereka dan sekutunya Hizbullah yang menasihati mereka,” lanjut Jubeir.

Alasan Raja Salman Menggempur Pemberontak Syi'ah Hutsy

RIYADH - Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman membeberkan alasan mengapa dia memenuhi permintaan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi untuk membombardir Houthi. Menurut Salman, bila dibiarkan Houthi bukan hanya menjadi ancaman bagi Yaman tapi juga bagi seluruh wilayah di kawasan Teluk.
 


"Operasi ini sangat penting, karena Houthi memiliki potensi besar untuk memberikan ancaman terhadap stabilitas kawasan (Teluk)," ucap Raja Salman saat berbicara dalam pertemuan Liga Arab di Sharm el-Sheikh. Seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (28/3/2015).

Dalam pertemuan itu juga nampak kehadiran Hadi, yang memang dikabarkan sudah berada di Saudi sejak tengah pekan lalu. Krisis di Yaman disebut menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan Liga Arab yang ke-46 tersebut.

Selain krisis di Yaman, konflik di Libya yang terus memanas dan juga perkembangan ISIS di Irak dan Suriah akan menjadi agenda utama pembicaraan pertemuan 22 pemimpin negara-negara Arab tersebut.

Salah satu hasil yang coba dicapai oleh para pemimpin Arab tersebut adalah adanya sebuah pasukan militer gabungan negara Arab, sejenis NATO di Eropa. Pasukan ini akan diturunkan untuk melawan kelompok militan yang beroperasi di kawasan Teluk dan Timur Tengah, serta pasukan ini juga dimaksukan untuk menekan pengaruh Iran di kawasan ini.

Raja Salman Hafidzohulloh Tegaskan Untuk Terus Menggempur Pemberontak

RIYADH - Serangan yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman nampaknya tidak akan berakhir. Ini terlihat dari pernyataan pemimpin Saudi, Raja Salman yang menegaskan serangan di Yaman akan terus berlanjut.

Berbicara saat menghadiri pertemuan ke-46 Liga Arab, Raja Salman menyatakan serangan itu akan terus berlanjut hingga kelompok pemberontak Houthi berhasil dikalahkan dan stabilitas kembali menyelimuti Yaman.

"Kampanye akan terus berlajut sampai kita berhasil mencapai tujuan yang kita inginkan, yakni keamanan dan stabilitas bagi warga Yaman," ucap Salman dalam pernyataanya saat membuka pertemuan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (28/3/2015).

Saudi sendiri merupakan negara terdepan yang melakukan serangan terhadap Yaman. Hari ini saja, negara kaya minyak kembali menerjunkan empat pesawat tempur mereka untuk menggembur basis-basis Houthi di seluruh Yaman.

Selain mengirimkan jet-jet tempur, Saudi juga dikabarkan telah mengirimkan kapal-kapal tempur mereka ke perairan di sekitar Yaman. Ini membuat Houthi terkepung dari berbagai sudut, terlebih Saudi juga berencana untuk mengirimkan pasukan darat ke Yaman.

Rakyat Palestina Mendukung Serangan Terhadap Pemberontak Hutsy

RAMALLAH - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mendukung agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk di Yaman untuk memerang kelompok Houthi. Dukungan Abbas itu disampaikan dalam bentuk pernyataan yang dikeluarkan Kamis.
 


Menurut kantor berita Palestina, Ma'an, kantor Presiden Otoritas Palestina menyatakan dukungannya untuk agresi militer negara-negara Teluk yang dipimpin Arab Saudi demi melindungi pemerintah sah Yaman dari pemberontakan Houthi.

Abbas juga mendukung keputusan para menteri luar negeri negara-negara Arab yang sepakat menyelamatkan pemerintahan Presiden Yaman Mansour Hadi. Presiden Yaman itu telah meninggalkan negerinya sejak Kamis kemarin. Dia telah berada di Arab Saudi dan melakukan perjalanan ke Mesir untuk bertemu para pemimpin negara-negara Arab.

Negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab telah melakukan pertemuan di Mesir sejak agresi militer diluncurkan di Yaman. Liga Arab sepakat membentuk kekuatan militer terpadu. Tujuannya, untuk melakukan intervensi secara cepat terhadap gangguan keamanan di negara-negara Arab.
“Para menteri menyepakati prinsip penting untuk membangun kekuatan,” kata Sekjen Liga Arab, Nabil al-Arabi saat konferensi pers semalam, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (27/3/2015).

Serangan Terhadap Syi'ah Hutsy Tidak Akan Dihentikan

RIYADH - Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi mendesak koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi untuk terus melakukan serangan terhadap negaranya. Menurut Hadi, sebelum pemberontak Houthi kalah atau menyerah, serangan itu tidak boleh dihentikan.
 


"Saya mendesak kepada koalisi untuk terus melakukan serangan terhadap pemberontak Houthi, sampai kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka telah menyerah, dan meninggalkan wilayah yang mereka duduki," ucap Hadi saat berbicara di depan pimpinan negara Arab di pertemuan ke-46 Liga Arab di Sharm El-Sheikh.

"Mereka (Houthi) juga harus angkat kaki dari kantor-kantor pemerintahan dan menyerahkan semua senjata yang telah mereka curi," Hadi menambahkan, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (28/3/2015).

Pernyataan Hadi ini sejalan dengan tekad pemimpin Saudi, Raja Salman, yang sebelumnya mengaku tidak akan menghentikan serangan ke Yaman sampai tujuan mereka terpenuhi. Menurut Salman, tujuan utama koalisi adalah mengalahkan Houthi dan mengembalikan stabilitas dan keamanan di Yaman.

Hadi sendiri sudah berada di Riyadh sejak pertengahan pekan lalu, setelah sebelumnya ditolak masuk ke Oman. Hadi memutuskan untuk terlibat dalam pertemuan Liga Arab, dan meninggalkan negaranya yang tengah porak poranda akibat serangan koalisi Teluk.

Kekuatan Laut Sudah di Mulai

SANAA - Agresi militer Arab Saudi dan negara-negara Teluk di Yaman untuk memerangi milisi Houthi telah meluas. Saudi tak hanya mengerahkan banyak pesawat jet tempur, tapi kini juga mengerahkan kapal perang.


Selain Saudi, Mesir juga ikut mengerahkan kapal perang ke Yaman. Kapal-kapal perang untuk menggempur Yaman itu tiba di selat Bab al-Mandab. Militer Mesir mengatakan, pengerahan kapal perang dalam agresi militer itu untuk mengamankan kawasan laut yang strategis.
Saudi dan sekutunya juga berencana membuka operasi militer darat. Agresi yang telah memasuki hari ketiga pada Sabtu (28/3/2015) ini untuk membela Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi yang dipaksa meninggalkan negaranya akibat serangan oposisi Houthi.

Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassin membenarkan rencana penyebaran pasukan darat koalisi Teluk pimpinan Saudi di Yaman.”Ini adalah operasi militer yang komprehensif,” katanya kepada Al-Arabiya, semalam (27/3/2015).
Beberapa pejabat militer Mesir mengatakan kepada kantor berita AP, bahwa kapal perang Mesir dan Saudi sudah berada di selat Bab al-Mandab. Setidaknya ada dua kapal perusak dan dua kapal lainnya siaga di selat itu.

Sementara itu, agresi militer Saudi dan sekutu Teluknya dalam 36 jam terakhir telah menghancurkan lebih dari 40 persen pertahanan udara Yaman. Hal itu disampaikan seorang perwira militer Yaman loyalis Presiden Hadi, Jenderal Saleh al-Subaihi.

ARAB SAUDI BERJIHAD, SIMPATISAN ISIS TEPUK JIDAT.

ARAB SAUDI BERJIHAD, SIMPATISAN ISIS TEPUK JIDAT.

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi_


Akhi, Arab Saudi adalah Kerajaan Islam yang melandasi undang-undang nya pada Al-Qur'an & As-Sunnah. Negeri Tauhid yang di berkahi disebabkan dua tanah suci terpelihara di dalamnya, tempat bersejarah dimana Nabi di lahirkan dan situ pula Nabi di wafatkan_ Allahumma Shalli Wa Sallim 'Alaih...
Negeri Tauhid yang sangat di benci oleh dua aliran TAKFIRI; yakni Syi'ah & Khawarij. Negeri yang penuh berkah yang tak kan pernah di sentuh oleh Dajjal di akhir zaman_
Negeri yang sempat di pimpin oleh Raja yang cinta dunia takut mati dan sempat mengundang berbagai kontroversi, namun disebabkan ketaatan dan kepatuhan rakyatnya terhadap agama, disebabkan kesabaran dan gigihnya para Ulama, maka Allah pun mengangkat pemimpin yang shalih lagi taqwa yang kini datang mengguncang dunia, dialah Al-Malik Salman Bin Abdil 'Aziz Hafizhahullahu Ta'ala_ semoga Allah memanjangkan umurnya dalam kepemimpinan Islam dan Jihad Fii Sabiilillah. Aamiin.
Kebangkitan Islam itu pun kini melecuti, para pejuang Ka'bah yang kini mengaung bagaikan singa-singa pemberani, yang telah meluluhlantah kan bajingan-bajingan Syi'ah Houtsi, mengguncang alam dari ujung langit sampai ujung bumi, memunculkan berbagai opini dan tentunya membahagiakan hati setiap Mukmin sejati_
Allah Ta'ala mengirimkan para Mujahidin melalui koalisi dari berbagai negara Sunni, yang di pimpin oleh seorang Raja dari negeri Saudi, untuk menggempur dan menginvansi para penjajah keturunan Majusi, di negeri yaman yang dahulu pernah di do'akan baginda Nabi_
Akan tetapi, perjuangan suci ini tak luput dari pandangan hasad dan iri para pendengki, kaki tangan Iblis dan Setan yang menjadi musuh Muslim sejati, mereka lah ayam-ayam dan bebek-bebek busuk pecinta Al-Baghdadi, seorang "khalifah" imitasi yang durhaka pada Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri dan mengkhianati para Ulama Jihadi_
Bagaikan anjing-anjing rabies yang stres dan kebingungan mencari mangsa, mereka melontarkan caci maki dan muram durja pada kerajaan Saudi Arabia_
silahkan simak kebingungan salah seorang pecinta "Daulah Islamiyah", dia berkata dalam statunya:
“Bismillah, berita terbaru ini adalah tentang penyerangan Saudi Arabia kepada Syi'ah Houtsi di yaman. Saya tidak masalah jika para penganut agama Syi'ah di bunuh. Yang jadi pertanyaan saya adalah, APA DI BALIK SERANGAN SAUDI KE AGAMA SYI'AH INI ! Apa ada unsur pencitraan !
Atau Saudi ingin merebut hati kaum Muslimin dalam memerangi Syi'ah, karena selama ini yang terkenal memerangi Syi'ah adalah ISIS, sehingga banyak juga kaum Muslimin yang pro dengan ISIS.
Jadi sangat wajar kita bertanya tentang ini, karena bagi yang tau hakikat Saudi, maka hal ini tidak lah aneh, mengingat kerajaan Saudi ini JAGO ACTING dihadapan kaum Muslimin.
Wallahu A'lam".
[Selesai Kutipan]
Demikianlah rintihan seekor anak kerbau yang tengah kebingungan mencari induknya_ bagaikan anjing rabies yang sedang kelaparan mencari bangkai_ hadaahullah !!
Izinkan hamba menyambut rintihan anak kerbau yang sedang kerasukan jin ifrit ini, tanggapan untuk mu wahai pecinta Al-Baghdadi, dari seorang At-Thuwailibi_
Tatakala arab saudi "diam membisu" dalam aksi jihad membela kaum terjajah, kau katakan sebagai boneka amerika, kini tiba Arab Saudi beraksi dalam Jihad menumpas para penganut agama persia, kau katakan sebagai aksi Sandiwara_
Kemana Akal mu ??
Kemana Hati nurani mu ??
Kemana pergi nya akal sehat mu mu ??
Permulaan dari sebuah episode kebangkitan Saudi adalah berjihad menyerang syi'ah majusi,
sedangkan ISIS “berjihad” menyerang para Mujahidin dan membunuhi para pejuang !!
Mereka jihad kau katakan acting_
Mereka diam kau katakan qa'iduun_
Mereka menyerang Syi'ah kau katakan pencintraan_
Lalu, yang benar yang mana ??
Apakah yang boleh jihad hanya ISIS saja ?!
Yang boleh menyerang Syi'ah hanya ISIS saja ?!
Bila saudi berjihad itu engkau angap pencitraan, lalu kalau ISIS "berjihad" membunuhi mujahidin dengan alasan "murtad", "shahawaat", apakah itu ibadah ??
IBADAH DENGAN MENUMPAHKAN DARAH ORANG-ORANG BERIMAN !?
Lantas, apakah menyerang para pejuang kemerdekaan Suriah itu kau anggap JIHAD??
Muutu Bi-Ghoidhikum !!
Allaahummasyhad !!

Maroko Ikut Gabung Gempur Syi'ah Hutsy

RABAT - Pemerintah Maroko menyatakan akan bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi yang tengah menggempur basis pemberontak Houthi di Yaman. Dalam dua hari terakhir, koalisi negara-negara Teluk telah melancarkan dua serangan udara ke basis pemberontak Houthi di Sanaa.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (27/3/2015), Maroko akan menyediakan dukungan politik, intelijen, logisitik, dan militer dalam agresi ke Yaman. Menurut Kementerian Luar Negeri Maroko, dukungan itu dimaksudkan untuk membela legitimasi.

Namun, Maroko belum mengkonfirmasi apakah mereka sudah mengirimkan pesawat jet untuk terlibat dalam agresi ini. Maroko dilaporkan memiliki sejumlah pesawat jet tempur F-16 yang ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA), sejak Maroko terlibat dalam serangan udara ke basis militan di Suriah dan Irak.

Bersama dengan Mesir, Maroko adalah sekutu dekat negara-negara Teluk. Sebelumnya, empat negara Teluk, yakni Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan UEA telah berjanji akan mengucurkan bantuan senilai USD 5 miliar dalam kurun 2012-2017 untuk membantu Maroko mengatasi pergolakan di dalam negeri.

Jantung Pertahanan Syi'ah Hutsy Hancur

SANAA - Perang atau agresi militer di Yaman oleh Arab Saudi dan sekutu Teluknya memasuki hari kedua pada Jumat (27/3/2015). Dalam agresi di hari kedua itu, pesawat jet tempur Saudi menggempur "jantung" basis kelompok Houthi di Sanaa.
 


Warga di Sanaa, mengatakan rudal-rudal dari sejumlah pesawat jet tempur Saudi dan negara-negara Teluk membombardir sejumlah basis utama Houthi di Sanaa, termasuk basis Houthi di dekat kompleks Istana Presiden Yaman.
Serangan yang diluncurkan pada Subuh pagi tadi juga menyasar gudang rudal milik Pengawal Republik Yaman, pasukan loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, sekutu utama Houthi itu.

Sebelum “jantung” Houthi di Sanaa diserang rudal, serangan udara koalisi Teluk sudah lebih dulu menyasar wilayah Marib dan sekitarnya yang merupakan kota penghasil minyak Yaman.

Sumber-sumber suku di Yaman, seperti dikutip Reuters, mengatakan, pesawat-pesawat tempur koalisi Teluk juga menggempur dua distrik di Provinsi Saada, yang juga dikenal sebagai basis kelompok Houthi. Belasan orang dilaporkan tewas dalam serangan itu.

Saudi mengklaim, agresi itu untuk menyelamatkan pemerintahan sah Yaman di bawah Presiden Mansour Hadi yang saat ini sudah bergabung dengan para pemimpin Arab di Mesir.
Sedangkan kelompok Houthi, selama ini dikenal sebagai sekutu utama Iran. Teheran telah bereaksi marah, karena Saudi mengabaikan peringatan agar berhenti melakukan agresi di Yaman. Iran menegaskan, bahwa mereka tidak memberikan dukungan senjata militer terhadap kelompok Houthi seperti yang dituduhkan negara-negara Teluk.

Menilisik Kekuatan Tempur Saudi

RIYADH - Arab Saudi pada Kamis kemarin secara resmi mengerahkan sejumlah pesawat jet tempur untuk membombardir milisi Houthi di Yaman. Setidaknya ada tiga pesawat jet tempur canggih yang diandalkan Saudi dalam agresi militer yang diberi nama “Operation Decisive Storm” itu.
 


Menurut Al Arabiya, Jumat (27/3/2015), tiga jet tempur utama yang diandalkan Saudi dalam menggempur Yaman adalah pesawat jet tempur Thyphoon Eropa, pesawat jet tempur F-15 buatan Amerika Serikat (AS) dan pesawat jet tempur Tornado buatan Inggris.

Pesawat jet tempur F-15 mulai diperkenalkan pada tahun 1988 dalam operasi  militer di sebagian besar wilayah di Timur Tengah, termasuk Irak. Pesawat ini juga jadi andalan ketika agresi militer terjadi di Afghanistan dan Libya.

Angkatan Udara Arab Saudi memiliki armada pesawat jet tempur F-15 terbesar setelah AS dan Jepang. Hal ini wajar, karena sejak 2014 Saudi tercatat sebagai importir senjata terbesar di dunia.

Pada tahun 2009, Angkatan Udara Arab Saudi juga menggunakan pesawat jet tempur F-15 dan pesawat jet Tornado saat membom kelompok Houthi di Yaman utara.

Sedangkan pesawat jet tempur Typhoon diperkenalkan tahun 2011, ketika Inggris dan Italia melakukan agresi di Libya untuk menggulingkan diktator Muammar Qaddafi. Pada bulan Februari tahun ini, Saudi juga menggunakan pesawat jet tempur Typhoon untuk menyerang kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.

Sementara itu, pesawat jet Tornado pernah digunakan Angkatan Udara Arab Saudi tahun 1989 saat Perang Teluk antara Irak dan Kuwait. Saudi kala itu ikut dalam koalisi yang menyerang rezim Saddam Hussein di Irak. Kelompok peneliti IHS Jane, bulan ini telah merilis data, di mana Kerajaan Arab Saudi menjadi pemain utama di antara negara-negara monarki Teluk, dengan menjadi importir senjata terbesar di dunia.

 
Copyright © 2014. Created by Admin sunnahcare
Template by Creating Website and Admin sunnahcare