Aqidah    Manhaj    Al Quran    Hadits    Tafsir    Siroh    Fiqh    Akhlak dan Adab    Informasi   

Kalender Hijriah

Jumlah Pengunjung

Lokasi Pengunjung

Kumpulan Situs Sunnah Headline Animator

Pengikut

Popular Posts

Komentar

Penerimaan Murid Baru


Info Tabligh Akbar


Raja Salman bin Abdul Aziz


Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud menggantikan tampuk kepemimpinan raja Abdullah yang meningal pagi tadi. Raja Salman yg dilahirkan pada tanggal 31 Desember 1935 dengan usia 79 th menempati orang nomor 1 di kerajaan Saudi sekarang ini. Sebelum menjadi raja beliau telah dinobatkan sebagai putra mahkota pada 2011 oleh Raja Abdullah yg kelak akan menggantikan posisinya.
Sebelumnya ia cukup lama menjabat di pemerintahan kerajaan yakninya sebagai Gubernur di Provinsi Riyadh sejak 1963-2011 sekitar 48 tahun.

Raja Arab Saudi Wafat

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz meninggal pada Jumat (23/1/2015) dini hari waktu setempat dan digantikan oleh Putra Mahkota Pangeran Salman yang tak lain adalah adiknya sendiri.

Demikian pengumuman pihak istana kerajaan itu dalam sebuah pernyataan. Adik tirinya, yaitu Pangeran Moqren, diangkat menjadi putra mahkota, lanjut pernyataan tersebut.

Raja Abdullah, diyakini berusia sekitar 90 tahun, dirawat di rumah sakit Desember lalu karena menderita pneumonia dan telah bernapas dengan menggunakan alat bantu.

Dia meninggal pada Jumat pukul 01.00 atau pukul 05.00 WIB dan akan dimakamkan setelah shalat Jumat.

Dalam beberapa tahun terakhir, usia yang lanjut dan kondisi kesehatannya yang buruk telah menimbulkan keprihatinan tentang kepemimpinan masa depan negara yang merupakan salah satu produsen utama minyak dunia itu.

Adik tiri Abdullah, Pangeran Salman (79 tahun), diangkat menjadi putra mahkota pada Juni 2012 setelah kematian Pangeran Nayef bin Abdulaziz. Salman sudah sering mewakili raja dalam acara-acara publik baru-baru ini karena kesehatan raja yang buruk.

Pada Maret 2014, Raja Abdullah mengangkat adik tirinya, Pangeran Moqren, sebagai putra mahkota kedua. Itu merupakan sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dilihat sebagai upaya untuk meredakan hambatan dalam proses suksesi. Moqren, yang lahir tahun 1945, adalah bungsu dari para putra Raja Abdulaziz al-Saud, pendiri Arab Saudi. Sejak kematian Abdulaziz al-Saud tahun 1952, takhta kerajaan secara sistematis diteruskan dari salah satu putra ke putranya yang lain. Namun, banyak dari mereka sudah tua atau telah meninggal. Mantan putra mahkota Pangeran Sultan dan Nayef meninggal dunia masing-masing tahun 2011 dan 2012.

Abdullah yang diperkirakan lahir di Riyadh tahun 1924 merupakan salah satu dari 12 putra Raja Abdulaziz al Saud. Seperti seluruh putra Abdulaziz, Abdullah hanya menyelesaikan pendidikan dasar. Dia terpilih menjadi putra mahkota tahun 1982 setelah kakak tirinya, Fahd, naik takhta. Keputusan tersebut ditentang oleh seorang kakak dari Fahd, yaitu Pangeran Sultan, yang menginginkan gelar itu untuk dirinya. Namun, keluarga lebih mendukung Abdullah untuk mencegah terjadinya perpecahan.

Abdullah menjadi penguasa de facto di Arab Saudi tahun 1995 setelah Raja Fahd terserang stroke. Berkat kedekatannya dengan Amerika, Abdullah berhasil menekan Washington untuk menarik mundur pasukan yang ditempatkan di negara itu sejak invasi Amerika ke Kuwait tahun 1990. Amerika menarik seluruh pasukannya dari Arab Saudi tahun 1993.

Ketika Raja Fahd meninggal tahun 2005, Abdullah secara resmi naik ke takhta kerajaan itu. Ia kemudian mulai mendesak agenda-agendanya untuk menjadikan Arab Saudi lebih terbuka.

Raja Abdullah dan Arab Saudi yang kaya minyak membantu membentuk kembali Timur Tengah. Prioritas utamanya adalah mengimbangi pengaruh kelompok Syiah di Iran. Raja Abdullah dan anggota-anggota Kerajaan Arab Saudi juga berkeras menentang gelombang pergolakan pro-demokrasi di Timur Tengah, yang dipandangnya sebagai ancaman terhadap stabilitas dan kepemimpinannya. Dia didukung faksi Muslim-Sunni di beberapa negara. Tetapi, di Lebanon misalnya, kebijakannya untuk menghentikan Hezbollah yang didukung Iran gagal.

Meski memiliki kedekatan dengan Amerika, Raja Abdullah dilaporkan kerap frustrasi dengan kegagalan Amerika menjembatani konflik Israel-Palestina. Dia juga telah mendorong pemerintahan Obama untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Iran dan lebih mendukung para pejuang Sunni yang berjuang menggulingkan Diktatos Suriah Bashar Al-Assad.

Raja Abdullah meninggalkan lebih dari 30 anak dan lebih dari 10 istri.

Dauroh dan Tabligh Akbar di Kota Padang

Dauroh dan Tabligh Akbar di Kota Padang
Assalamu'alaykum,,,
Kami mengajak kepada kaum muslimin, sanak saudaro, nan jauh maupun nan dakek utk menghadiri telaga ilmu....dengan tema (in Syaa Allah):
3 Hari Mencari Ilmu di Kota Padang...
Bersama Ustadz Hizbul Madjid Hafidzahullah
Tanggal 30,31 Januari dan 1 Februari 2015
Dauroh dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Yayasan As-Sunnah Padang...
atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan Jazaakumullahu khoiron.

Bagi yang ingin berinfaq dapat disalurkan ke rekening:
Bank Mandiri Syariah : 7074953306 , a/n : YAYASAN AS SUNNAH PADANG
Konfirmasi Donasi ke : 085364575752
Baca Proposal di:
https://www.facebook.com/groups/Yayasan.Assunnah.Padang/422135654608836/

Dauroh dan Tabligh Akbar di Kota Padang


Assalamu'alaykum,,,
Kami mengajak kepada kaum muslimin, sanak saudaro, nan jauh maupun nan dakek utk menghadiri telaga ilmu....dengan tema (in Syaa Allah):
3 Hari Mencari Ilmu di Kota Padang...
Bersama Ustadz Hizbul Madjid Hafidzahullah
Tanggal 30,31 Januari dan 1 Februari 2015
Dauroh dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Yayasan As-Sunnah Padang...
atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan Jazaakumullahu khoiron.
Bagi yang ingin berinfaq dapat disalurkan ke rekening:
Bank Mandiri Syariah : 7074953306 , a/n : YAYASAN AS SUNNAH PADANG
Konfirmasi Donasi ke : 085364575752

Baca Proposal di:

https://www.facebook.com/groups/Yayasan.Assunnah.Padang/422135654608836/

Penerimaan Murid Baru TKIT As-Sunnah Padang TA 2015/2016


Penerimaan Murid Baru TKIT As-Sunnah Padang TA 2015/2016


FENOMENA ARTIS TAUBAT DAN MU'ALLAF JADI USTADZ, TOKOH SALAFI ANGKAT BICARA !!


Oleh: Ust. Abu Husein At-Thuwailibi.
ألحمد لله رب العلمين و الصلا ة و السلا م على ر سو ل الله محمد و على أله و أصحا به أجمعين أ ما بعد,
Walau beliau tidak mengenal saya, karena saya memang tidak terkenal dan tidak pantas untuk dikenal, namun saya mengenal beliau, saya aktif mengikuti kajian-kajian dan ceramah-ceramah beliau (baik langsung maupun tidak langsung), beberapa buku-buku beliau (baik tebal maupun tipis) saya punya, wal-hamdulillah. banyak ilmu dan faedah yang saya dapatkan dari beliau, walaupun beliau bukanlah sosok “malaikat” yang selalu benar dan tak mungkin salah. Karena beliau selalu mewasiati ummat untuk senantiasa menuntut Ilmu dan tidak taqlid kepada sosok tertentu, sebab sejatinya kebenaran adalah bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salaful Ummah.
Jujur, saya belum pernah melihat seorang maha guru yang demikian tegas dalam menyampaikan sesuatu yang menurutnya benar. Dialah Al-Ustadz Yazid Bin Abdil Qadir Jawas.
Satu hal yang membuat diri ini takjub -atas kehendak Allah- dengan sosok beliau selain kharisma nya adalah hampir di setiap kesempatan mengisi kajian (baik itu ta'lim rutin atau dauroh) beliau selalu mewasiati para audience agar tetap MENUNTUT ILMU. Begitu agung tugas seorang mukmin sejati yakni menuntut Ilmu sampai mati, sehingga Ustadz Yazid pun hampir tak pernah lupa memberikan peringatan kepada murid-muridnya untuk senantiasa menuntut Ilmu, menuntut Ilmu dan menuntut Ilmu, Subhaanallah... Walau kadang karakter dan ciri khas beliau yang terkesan “galak” tidak jarang membuat orang-orang awam antipati atau bahkan menghindar dari dakwah beliau, sehingga konon Masjid Ahmad Bin Hanbal bogor tempat dimana beliau mengisi Kajian Rutin setiap hari ahad sempat diserang masyarakat setempat. Demikian pula beliau pernah mendapat kecaman keras dan tendensius dari seorang Habib terkenal di Jakarta. semoga Allah meneguhkan beliau dijalan dakwah ahlus sunnah wal jama'ah.
Mengapa saya sampaikan hal ini, tidak lain tujuannya adalah mengambil pelajaran dari pengalaman, bahwa ternyata esensi dan substansi dakwah yang Haq pun ternyata bisa menjadi tak bernilai dimata manusia dan bahkan menimbulkan mudhorot ketika metodologi dan fiqih dakwah tidak kita sinkronkan, na'am.
Ustadz Yazid Jawas adalah seorang Tokoh Ahli Ilmu yang sangat disegani di kalangan aktivis Salafi, beliau adalah seorang Ulama panutan di indonesia yang kerap di datangi para penuntut Ilmu.
Secara ringkas mengenai perjalanan beliau, beliau berguru dengan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah dan sekarang aktif mengajar dipondok pesantren Minhajus Sunnah bogor. Ciri khas beliau yang blak-blakan dan to the point dalam dakwah terkadang dianggap "kurang hikmah" atau terkesan galak oleh sebagian kalangan.
Sebuah media on line mengabarkan bahwa pada hari Kamis tanggal 10 Rabiul awal 1436 H atau tepat tanggal 1 Januari 2015 M di Masjid Nurul Iman, Kementrian Pertanian, tepatnya di Jalan Harsono RM No 3 Ragunan Jakarta Selatan, dalam Tablig Akbar pembahasan Doa dan Dzikir Senjata Orang Muslim dan Ibadah Yang Paling Di Cintai Oleh Allah,dimana disampaikan langsung oleh Ustadz Yazid Bin Abdil Abdul Qodir Jawas.
Dalam Tabligh Akbar yang direlay langsung oleh Rodja TV, sejak pukul 09-00 WIB hingga menjelang dzuhur itu, Ustadz Yazid selaku Ustadz Salafi Indonesia yang sudah sangat terkenal dengan aqidah salaf-ya, beliau menerangkan tentang banyak permasalahan dzikir dan doa.
Di sela-sela sesi tanya jawab, terdapat seorang jamaah yang bertanya melalui secarik kertas yang langsung dibaca oleh Ustadz Yazid sendiri, dimana jamaah itu bertanya tentang istigosah dan membawakan dalil salah satu dalam surat Al-Maidah tentang tawasul.
Kemudian Ustadz Yazid pun menerangkan tetang istigotsah dan beliau juga mengingatkan tentang tawasul yang dibolehkan dan yang dilarang. Kemudian pertanyaan berlanjut pada bagaimana kalau melakukan bid’ah tetapi tidak tahu? Jelas saja dengan gaya khas dan corak yang manhaji banget, beliau (Ustadz Yazid) menyerukan untuk terus belajar dan belajar.
Nah, kemudian pembahasan beliau merambah pada fenomena sekarang ini, dimana banyak sekali artis yang baru taubat atau para pendeta yang baru masuk Islam sudah berani mengisi kajian. Beliau dengan keras menegaskan untuk tidak menjadikan mereka (yakni para ahli maksiat yang baru taubat atau artis yang baru taubat atau pendeta yang baru mualaf) untuk menjadi seorang pembawa acara atau mengisi dalam sebuah kajian. Bahkan melarangnya untuk mengisi dalam kajian.
Kemudian Ustadz Yazid menegaskan bahwa tugas mereka itu adalah belajar, belajar dan belajar, bukan ceramah apalagi menjadi pembawa acara. Bahkan dengan jelas beliau melarang menjadikan mereka sebagai pembawa acara.
Karena berawal dari membawakan acara kemudian orang awam akan memanggil untuk mengisikan kajian di tempat lain, akhirnya mereka justru menyesatkan orang lain.
Ustadz Yazid juga berkali-kali mengulangi dengan tegas bahwa tugas mereka adalah belajar bukan ceramah agama, apalagi mengisi pengajian atau menjadi pembawa acara, karena sangat dikhawatirkan akan menyesatkan umat Islam, karena mereka belum paham Islam.
Demikian ulasan tentang pernyataan yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawas. Meskipun sebaiknya kita harus proposional dalam mensikapi saudara kita yang baru taubat atau artis yang bertaubat serta pendeta yang sudah ikrar syahadat.
Selama mereka berbicara dalam kapasitas mereka, mungkin yang terjadi justru akan memberikan motivasi kepada umat Islam, bukan mudhorot apalagi sampai menyesatkan sebagaimana yang dipersepsikan. Oleh karena itu hendaknya kita berbaik sangka terhadap saudara sesama Muslim. Sedangkan setiap individu tentu dibebani berdakwah sesuai kapasitasnya, mengambil bagian sesuai kadar masing-masing, dengan tetap menggali ilmu dan terus belajar.
Nasehat Ustadz Yazid diatas sangat berharga, mengena untuk kita semua agar terus dan terus belajar, akan tetapi sebaiknya kita bersikap objektif dan tidak terlalu kaku, bahwa mereka berbicara sesuai kapasitas mereka, bukan melebihi dari apa yang mereka tahu,
Sejumlah kalangan yang salah memahami atau bahkan membentuk opini bahwa sindirian ustadz Yazid itu mengarah kepada Ustadz Felix Siauw, seorang da'i mu'allaf yang masuk islam dari agama katholik. Ini adalah persepsi yang keliru. Nasehat Ustadz Yazid itu terunutuk kepada MEREKA YANG BARU TAUBAT atau BARU MASUK ISLAM, sedangkan Ustadz Felix Siauw itu bukan "baru" masuk islam, tetapi sudah lama masuk islam (sejak 2002) dan kurang lebih 12 tahun mempelajari islam. bahkan konon ia hendak melanjutkan pendidikan agamanya ke Madinah, Allahu A'lam. Sehingga ketika ia berbicara sesuai kapasitasnya tidaklah menjadi suatu masalah, karena Nabi bersabda "Ballighuu 'annii walau aayah" (sampaikanlah dariku walau pun hanya satu ayat).
Ustadz Felix Siauw yang baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Ustadz Firanda Andirja dan foto bareng, sampai-sampai foto mereka tersebar di jejaring sosial. Beliau pun sempat mendapat pembelaan singkat dari Ustadz Firanda Andirja dalam salah satu akun nya ketika di bully oleh dedengkot Jaringan Iblis Liberal (JIL) Ulil Abshor Abdalla.
Allahu A'lam.

TENTANG KUCING, TERNYATA SELAMA INI


Ternyata selama ini kita sudah di bodohi oleh mitos kedokteran
tentang kucing.. Dunia kesehatan mengatakan bahwa kucing itu
berbahaya, mulai dari bulunya hingga air liurnya..
Hal ini dibarengi dengan politik XXI untuk mengangkat citra Anjing..
Dan sehingga, orang yang menonton XXI akan berpandangan
bahwa Anjing itu binatang yang sehat dan bersahabat..
Namun, bagaimanakah fakta sebenarnya??
Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama
Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya,
ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas
jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi
pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk
sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih
sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu
sebanyak tiga kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya,
nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah
satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika
mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti
mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing
peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah
serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang
seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan
tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi
Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini
adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.
Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas
minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan
bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui
kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur
bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan
otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai
benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut
seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk
membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun
cairan yang jatuh dari lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai
perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam
telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.
Di samping itu,
dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus.
Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam
mulut dan lidahnya.
Hasil yang didapatkan adalah :
1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman,
meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif
sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil
negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian,
kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman
biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang
terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus.
Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian
laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman
dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Komentar Para Dokter Peneliti
- Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit
Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah
kucing.
- Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
- Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak
terdapat pada anjing,
- Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
- Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah
menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang
bemama lysozyme.
- Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat
subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air
(lumpur, genangan hujan, dll)
- Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia
tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
- Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang
menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.
Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.
Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi.
Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu
Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan
air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin
minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu
minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah. ” Abu Qatadah berkata, “Apakah
kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan
bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu,
beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya
Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori
sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang
menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk
bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah
sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.
Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu
membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah
memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang
berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari
sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-
Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain.
Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan
membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia.
Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang
kepada Muezza, Kucing kesayangannya.
Subhanallah...
Ada 2 pilihan untuk Anda:
1. Biarkan di dalam FB, catatan atau pikiran Anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala

Jabha Islamiyyah Meluncurkan Roket Grad ke Lattakia


Mujahidin Jabha Islamiyyah Ahrarusyam meluncurkan lebih dari 50 roket grad ke kubu pertahanan tentara penjajah di Lattakia. Roket ini merupakan ghonimah dari rezim penjajah sehingga ini adalah senjata makan tuan.  

ISTIGHFAR ANDA: TEUKU WISNU BERJENGGOT KENAPA ANDA YANG REPOT ??


Oleh: Ust. Abu Husein At-Thuwailibi.

Bismillah Wa 'Ala Sunnati Rasuulillah.
Fenomena artis atau bintang sinetron yang bertaubat dan meninggalkan dunia intertaiment bukanlah baru sekali dua kali, namun sudah sering terjadi, berkat rahmat dan hidayah dari Allah Subhaanahu Wa Ta'ala tentunya.
Diantaranya adalah seorang artis wanita yang sangat terkenal bernama Soraya Abdullah Balvas yang mengenal dakwah Tauhid dan Sunnah lalu meninggalkan dunia keartisan dan memilih mengenakan jilbab dan cadar.
Melalui dakwah Al-Ustadz Abu Jibril Hafizhahullah (Da'i Sunni dari Majelis Mujahidin Indonesia) ia pun menggali ilmu agama hingga akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan diri dari dunia model dan keartisan serta memilih menutup auratnya dengn Hijab Syar'i. Akan tetapi sudah menjadi hal yang maklum, disetiap jalan kebaikan tentu tidak bersih dari godaan dan tantangan. Demikianlah Sunnatullah pasti berlaku bagi mereka yang ingin menuju jalan yang benar demi menggapai Ridho Tuhan-Nya.
Diantara yang membuat MULUT nggak bisa diam alias sering berkomentar jelek terhadap agama dan orang-orang yang menjalankan agama adalah KEJAHILAN, yakni kebodohan. Salah satunya adalah yang dialami oleh suami Shiren Sunkar.
Salah seorang aktor sinetron SCTV "Cinta Fitri", artis terkenal bernama TEUKU WISNU yang kini mulai bersentuhan dengan dunia ilmu secara bertahap pun menuai banyak kritikan dan hujatan dari para penggemarnya, demikianlah diantara tantangan para pejuang rabbani yang sedang bangkit memperjuangkan nilai-nilai agamanya dalam kehidupan sehari-hari.
Ayah seorang bayi mungil bernama Adam ini mulai menapaki lautan ilmu dan mulai mengarungi samudera iman sejak mulai dekat dengan para Da'i Radio Rodja; sebuah Radio Dakwah Sunniyah yang terletak di Cileungsi bogor, yang di bina oleh Al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam, seorang Da'i Muwahhid alumni Madinah Of University.
Sejarah mencatat, Radio dan TV Rodja merupakan sebuah media dakwah yang banyak memberikan jasa terhadap Dakwah Tauhid dan Sunnah mulai dari Pedesaan sampai perkotaan, mendapat rekomendasi dari para Tokoh Ulama Dunia diantaranya Syaikh Shalih Fauzan Bin Abdillah Al-Fauzan, bahkan konon Mantan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Bpk Patrialis Akbar pun mulai mengenal Islam dan Sunnah secara spesifik berkat perantara Radio Rodja yang diperkenalkan oleh Sopir pribadinya.
Radio Rodja bukanlah satu-satunya media dakwah yang paling benar dan tak mungkin salah, karena para pemateri Radio Rodja bukanlah para Malaikat yang suci yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan alias ma'shum, akan tetapi Radio Rodja adalah Media Islam yang berupaya menyelamatkan ummat ini dari keterpurukan rohani melalui syi'ar-syi'ar Tauhid dan Tarbiyah ala Sunnah Nabawiyah serta Manhaj Salafiyah yang di publikasikannya kehadapan masyarakat Muslimin Indonesia, dan disana banyak media-media Dakwah lain yang memiliki visi misi sama seperti Radio Rodja; yakni memurnikan aqidah, menebar sunnah dan memberantas aliran-aliran sesat di Nusantara, sedangkan Rodja adalah salah satu diantaranya.
Seiring berjalannya waktu mengarungi lautan keislaman dan menggali ilmu agama, Teuku Wisnu pun mulai memelihara jenggot dan mengenakan celana diatas mata kaki, satu amalan yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang kecuali yang diberi Taufiq oleh Allah Jalla Wa 'Ala. tidaklah hal itu dilakukan kecuali karena saking cintanya teuku Wisnu dengan Nabi nya,Yakni Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, sehingga hal-hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang namun diperintahkan oleh sang Nabi ia patuh untuk melaksanakannya. Demikianlah ciri mukmin sejati, mendengar dan taat terhadap segala perintah Allah dan Rasul-Nya. Walaa Nuzakkii 'Allaahi Ahadaa...
Begitu pula istri Teuku Wisnu, Shiren Sunkar, seorang perempuan keturunan yaman dari kalngan bani Sunkar yang secara bertahap pun mulai mengenakan busana Syar'i, menutup auratnya demi menjaga kehormatannya sebagai seorang Muslimah. Semuanya mereka lakukan step by step sesuai kadar ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari para juru dakwah yang membimbing. demikianlah ciri Muslim ideal; yakni mengamalkan ilmu meskipun hanya satu dua ayat yang ia ketahui.
Jenggot adalah perintah Nabi yang mulia. pembeda antara kafir dan muslim diantara nya adalah jenggot, demikian pula celana diatas mata kaki adalah murni perintah Nabi dan merupakan Syi'ar islami, terdapat sejumlah dalil yang mensyariatkannya dalam Kitab Shahih Bukhori.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.”
(HR. Muslim no. 623)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.”
(HR. Muslim no. 625)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.”
(HR. Muslim no. 626)
Demikian lah Peritah Rasulullah kepada ummatnya....
Perihal mencukur jenggot itu Haram atau Makruh; yang pasti Nabi MELARANG POTONG JENGGOT. Perihal memelihara jenggot itu Wajib atau Sunnah; yang pasti Nabi MEMERINTAHKAN PELIHARA JENGGOT.
Lalu, kenapa anda mencela ??
Kenapa anda menghina ??
Sadarkah anda bahwa anda telah menghina Syari'at Allah yang mulia ???
Sadarkah anda bahwa anda telah menghina Sunnah Nabi yang mulia ??
Anda mau tidak berjenggot ya silahkan !!
Lantas mengapa anda repot dengan orang berjenggot ??
Teuku Wisnu bangga dengan Sunnah Nabi nya, dia bangga dengan agamanya ??
Apakah Teuku Wisnu harus bangga dengan agama kafir sebagimana anda bangga pakek Topi Senterclaus saat hari natal dan tahun baru ???
Silahkan buka pola fikir anda !!
Demikian pula ketika Teuku Wisnu mengenakan "celana cingkrang" (alias celana diatas mata kaki), karena Isbal dalam Syari'at Islam adalah mamnu' (dilarang).
Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram.
Banyak sekali dalil dari hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mendasari hal ini.
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka”
(HR. Bukhari 5787)
Rasulullah bersabda:
ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب
“Ada tiga jenis manusia yang tidak akan diajak biacar oleh Allah pada hari Kiamat, tidak dipandang, dan tidak akan disucikan oleh Allah. Untuk mereka bertiga siksaan yang pedih. Itulah laki-laki yang isbal yakni menjulurkan kain meewati mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit sedekah dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu”.
(HR. Muslim, 106)
لا تسبن أحدا ، ولا تحقرن من المعروف شيئا ، ولو أن تكلم أخاك وأنت منبسط إليه وجهك ، إن ذلك من المعروف ، وارفع إزارك إلى نصف الساق ، فإن أبيت فإلى الكعبين ، وإياك وإسبال الإزار ؛ فإنه من المخيلة ، وإن الله لا يحب المخيلة
“Janganlah kalian mencela orang lain. Janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun itu hanya dengan bermuka ceria saat bicara dengan saudaramu. Itu saja sudah termasuk kebaikan. Dan naikan kain sarungmu sampai pertengahan betis. Kalau engkau enggan, maka sampai mata kaki. Jauhilah isbal dalam memakai kain sarung. Karena isbal itu adalah kesombongan. Dan Allah tidak menyukai kesombongan”
(HR. Abu Daud 4084 dalam kitab Shahih Sunan Abi Daud)
Demikian lah perintah Nabi. ! Mengapa anda mencela ???
Mengapa anda menghina ???
Perihal memenjangkan kain dibawah mata kaki itu Makruh atau haram; yang pasti Nabi MARANG ISBAL !! Perihal memakai kain diatas mata kaki itu Sunnah atau Wajib; yang pasti Nabi MEMERINTAHKAN MEMAKAI KAIN DIATAS MATA KAKI !!
Lalu mengapa anda yang repot ??
Mengapa anda yang sewot ??
Kalau anda menyatakan bahwa Penampilan Teuku Wisnu yang memeihara jenggot dan mengenakan celana diatas mata kaki itu mirip "Teroris", maka ketahuilah bahwa PENAMPILAN ANDA YANG RAPI DAN TIDAK BERJENGGOT SAYA RASA MIRIP PARA KORUPTOR !!

Oleh karena itu, berfikir dan berfikirlan anda sebelum melecehkan satu syariat diantara syariat-syariat Allah dan Rasul-Nya.....!! dan tanyalah pada diri anda apakah anda benar-benar pengikut Rasulullah ataukah bukan.

Karena Rasulullah bersabda:
 « فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى ».
“Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukan dariku.
Siapa yang membenci ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan keimanannya.
Siapa yang membenci tauhid, sunnah, jilbab wanita muslimah yang sesuai syariat, memanjangkan jenggot, mengangkat celana di atas dua mata kaki, makan dan minum dengan tangan kanan, siapa yang membenci semua ini, perlu dipertanyakan, “apakah ia sedang menghina Rasulullah atau sedang menghina dirinya sendiri?”
Allahu A'lam.

Filem King Sulaerman di ANTV adalah Pembohongan Publik

Kenapa mereka begitu benci dan dendam kepada Khalifah Sulaiman al-Qonuni (King Sulaiman the Magnificentl)???

 

Sebelumnya, film King Suleiman menuai protes netizen di media sosial. King Suleiman tidak sesuai dengan cerita sebenarnya dalam sejarah dan nampak mengaburkan fakta.
Serial King Suleiman di ANTV justru mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah. “Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi.”

Simak kisah singkat ini :
Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs? Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaian. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah.
Ringkas cerita : utusan khalifah utsmani Sulaiman al-Qonuni berangkat untuk mengambil jizyah dari raja Hongaria dan pemimpin Eropa ketika itu luis II.
Maka atas saran paus di Vatikan raja hongaria membunuh utusan Sulaiman al-Qonuni. Mendengar berita itu bersiap-siaplah Sulaiman al-Qonuni untuk menyerang Eropa. Begitu juga gereja dan eropa menyiapkan pasukannya.
Sulaiman al-Qonuni menyiapkan pasukan yang terdiri dari 100000 prajurit, 350 meriam dan 800 kapal perang. Sedangkan kekuatan eropa 200000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi.
Sulaiman dan pasukannya menempuh jarak 1000 kilo meter dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya guna mengamankan jalan ketika menarik pasukannya mundur jika terjadi kekalahan.
Beliau dan pasukannya melewati sungai….yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa yg terdiri dari Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi, negara kepausan dan Polandia.
Masalah yang dihadapi Sulaiman adalah banyaknya pasukan berkuda Romawi dan Hongaria yg tertutup penuh oleh baju besi yang sulit ditembus panah atau peluru.
Lalu apa yang ia lakukan?
Setelah selesai sholat subuh ia berdiri dihadapan pasukannya yang menatap pasukwn Eropa yang banyak yang tidak terlihat ujungnya. Kemudian ia berkata disertai tangisan (sesungguhnya Ruh Nabi Muhammad melihat kalian dengan kerinduan dan cinta) maka menangislah semua pasukan kaum muslimin.
Kemudian…
Kedua pasukan saling berhadapan…
Taktik perang Sulaiman adalah sebagai berikut :
Ia membagi pasukannya menjadi tiga barisan sepanjang 10 km.
Dan pasukan Inkisyaariah di garis depan, mereka ini adalah prajurit pilihan. Kemudian di barisan kedua pasukan berkuda dengan senjata ringan dan pasukan pejalan kaki (invanteri) diantara mereka adalah relawan.
Adapun barisan ketiga adalah beliau dan pasukan meriam.
Pasukan Eropa menyerang setelah sholat ashar. Maka Sulaiman memerintahkan pasukan Inkisyaariyah bertahan selama satu jam saja. Kemudian ia memerintahkan mereka lari…
Dan ia perintahkan pasukan lapis kedua untuk membuka jalan pelarian ke kiri dan ke kanan bukan ke belakang.
Sesuai arahan sulaiman para pahlawan pasukan Inkisyaariah bertahan dengan gagah berani. Dan berhasil menghancurkan kekuatan eropa dengan sempurna pada dua penyerangan bertubi-tubi yang dilancarkan eropa. Dalam satu serangan saja habis 20 ribu pasukan eropa.
Kemudian kekuatan inti pasukan eropa serempak menyerang…
tibalah saat melarikan diri dan dibukalah jalan untuk lari..
maka mundurlah pasukan Inkisyaariah ke sisi kiri dan kanan diikuti pasukan infantri, sehingga jantung pasukan Utsmani benar-benar terbuka..
maka masuklah 100 ribu pasukan eropa sekaligus menuju (jebakan) jantung pasukan kaum muslimin. Dan inilah awal pembantaian itu…
Mereka langsung berhadapan dengan meriam-meriam pasukan Utsmaniyah tanpa mereka sadari.
Meriam-meriam itu langsung menyalak menyambut 100 ribu pasukan eropa yang tidak sadar telah masuk jebakan.
Tidak sampai satu jam musnahlah pasukan eropa semua dihantam meriam dari segala arah..
menjadi kenangan hitam orang2 kafir sampai saat ini.
Sisa-sisa pasukan eropa di garis belakang berusaha lari menyeberangi sungai..
apa daya karena ketakutan dan berdesak-desakan ribuan prajurit tenggelam di sungai.
Akhirnya pasukan eropa hendak menyerah. Dan keputusan Khalifah Sulaiman al Qonuni yang tidak pernah dilupakan Eropa sampai sekarang dan mereka mengingatnya dengan penuh dendam.
Sulaiman memutuskan : Tidak ada tawanan!
Maka pasukan Utsmaniyyun menyerahkan kembali senjata kepada pasukan eropa yang ditawan agar mereka berperang lagi atau dibunuh!
Akhirnya mereka kembali berperang dengan putus asa.
Berakhirlah perang dengan tewasnya raja Hongaria Louis II beserta para uskup yang tujuh orang mewakili nasrani dan utusan paus dan 70 ribu pasukan. Disamping itu 25 ribu ditawan dalam keadaan terluka.
Pasukan Utsmaniyyah melakukan parade militer di ibukota Hongaria. Setelah dua hari mengurus urusan kenegaraan di sana Khalifah Sulaiman kembali pulang ke Turki.
Pasukan Utsmaniyyah yang gugur dalam perang itu hanya 150 orang saja dan tiga ribu terluka. Selebihnya pasukan masih sempurna tanpa kurang suatu apapun walhamdulillah.
Diringkas dari web dr. Roghib Sirjani.

 

Video Setelah Bom Barrel di Kota Terkepung Ghuto


Video berikut ini memperlihatkan kehancuran fatal setelah kaum penjajah sekte syi'ah menjatuhkan bom barrel ke pemukiman penduduk muslim di Ghuto.

Video Pengeboman Saat Sholat Jum'at Kemaren

Militer Zionis bekerjasama dengan militer syi'ah suriah menjatuhkan bom ke kawasan pengungsi Palestina di Kamp Yarmuk hari jum'at kemaren. Pembomaan ini menargetkan masjid sehingga diharapkan korban tewas lebih banyak. Kelakuan biadab kaum zionis dengan cucunya syi'ah.

Video Pembantaian di Ghuto

Rezim penjajah suriah kembali menjatuhkan bom barrel di pemukiman penduduk ghuto. Berikut ini adalah video setelah kehancuran tersebut terjadi

Pembunuhan Janin Efek Dari Gas Sarin Tahun 2013


Hanya di suriah rezim penjajah bassar al fasad dengan bantuan kaum sekte syi'ah berani membunuh janin sebelum lahir ke dunia.
Pembunuhan tidak langsung ini yang satu ini adalah akibat dari serangan gas sarin yang beracun. Setahun berlalu seorang ibu yang selamat dari dari kematian tersebut ternyata masih membawa racun tersebut dalam dirinya. Akibat racun tersebut ternyata mempengaruhi Janinnya sehingga mati didalam kandungan.

Video:

Sholat Kewajiban Tidak Mengenal Tempat


Sholat adalah kewajiban agung yang mana itu adalah amalan pertama antara hamba dengan Allah yang akan dihisab di hari perhitungan.
Bagaimanapun sholat tidak boleh ditinggalkan,,, mari kita tengok mujahidin suriah yang berada di parit penjagaan. Kondisi sempit dan berbahaya tidak menghalangi mereka untuk sholat berjama'ah.
Bandingkan dengan hidup kita????

Diantara Dusta Syi’ah Atas Nama Al-Imam Al-Bukhariy

Oleh: Al-Ustadz Jaser Leonheart
Kiriman: Ust. Abu Husein

Ada sebuah “hadits’’ yang masyhur beredar di dunia maya, tepatnya di blog-blog Syi’ah, diantaranya adalah syiahali.wordpress yang pada blognya menyandarkan hadits yang dinukilnya tersebut kepada Al-Imam Al-Bukhariy sbb:

Nabi SAWW bersabda :

“Sesiapa yang ingin hidup dan mati seperti aku, dan masuk surga (setelah mati) yang telah dijanjikan oleh Tuhanku kepadaku, yakni surga yang tak pernah habis, haruslah mengakui Ali sebagai pemimpinnya setelahku, dan setelah dia (Ali) harus mengakui anak-anak Ali, sebab mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah membiarkanmu keluar dari pintu petunjuk, tidak pula mereka akan memasukkanmu ke pintu kesesatan!’’

(Shahih Bukhari, jld 5, hl. 65, cetkn. Darul Fikr)

Syi’ah mana yang tidak senang ketika melihat matan yang demikian terlebih lagi dengan pencantuman nama Imam Bukhariy pada riwayat tersebut. Akhirnya para himar tersebut pun mengcopasnya lalu dengan begitu pedenya mereka berkoar-koar dengan “hadits’’ tersebut baik di fb, twitter, ataupun jejaring sosial lainnya. Contohnya seperti ini :
 
Dan masih banyak lagi orang-orang lainnya dari kaum Syi’ah yang mengcopas seperti dia. Namun silahkan anda cari pada SHAHIH AL-BUKHARIY CETAKAN MANA PUN, MAKA ANDA TIDAK AKAN MENEMUKANNYA. Riwayat tersebut tidak ada pada pada Shahih Al-Bukhariy, dan tidak pula dapat dijadikan hujjah. Ia diriwayatkan beberapa jalur dari hadits Ibnu ‘Abbas, Zaid bin Arqam, Hudzaifah, dan Abu Dzar. Berikut takhrijnya.

Hadits Ibnu ‘Abbas

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (1/86), Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq (42/240), dari jalur Muhammad bin Ja’far bin ‘Abdirrahim, dari Ahmad bin Muhammad bin Yazid bin Sulaim, dari ‘Abdurrahman bin ‘Imran bin Abi Layla saudara Muhammad bin ‘Imran, dari Ya’qub bin Musa Al-Hasyimiy, dari Ibnu Abi Rawad, dari Isma’il bin Umayyah, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas yang berkata; Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من سره أن يحيا حياتي ويموت مماتي ويسكن جنة عدن غرسها ربي فليوال عليا مِن بعدي، وليوال وليه وليقتد بالأئمة من بعدي فإنهم عترتي خلقوا من طينتي، رُزقوا فهمًا وعلمًا، ويل للمكذبين بفضلهم من أمتي القاطعين فيهم صلتي لا أنالهم الله شفاعتي

“Barangsiapa yang gembira (ingin) hidup (seperti) hidupku, mati (seperti) matiku, menempati Surga 'Adn yang ditanam oleh Tuhanku handaknya ia berpemimpin kepada Ali sepeninggalku, dan kepada walinya serta mengikuti para Imam sepeninggalku, karena mereka adalah ‘Itrahku, mereka diciptakan dari tanahku, mereka diberi kefahaman dan ilmuku. Celakalah orang-orang yang mendustakan keutamaan mereka dari umatku, yang memutus tali kekerabatanku. Semoga Allah tidak memberikan syafa’atku untuk mereka.”

Riwayat di atas bathil. Pada sanadnya terdapat Muhammad bin Ja’far bin ‘Abdurrahim,Abdurrahman bin ‘Imran bin Abi Layla, dan Ya’qub bin Musa Al-Hasyimiy yang kesemuanya majhul, tidak diketahui jarh maupun ta’dil atas mereka sebagaimana Ibnu ‘Asakir pada Tarikhnya tersebut berkata : “Ini adalah hadits munkar. Padanya terdapat lebih dari satu dari rawi-rawi yang majhul.’’ dan dihukumi maudhu’ oleh Al-Albaniy dalam Silsilah Adh-Dha’ifah (2/298 no. 894)

Diriwayatkan pula oleh Ar-Rafi’iy dalam At-Tadwin (2/485) dari jalur Abu Thahir Al-Hasan bin Hamzah Al-‘Alawiy, dari Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabraniy, dari ‘Umar bin Hafsh As-Sadusiy, dari Ishaq bin Bisyr Al-Kahiliy, dari Ya’qub bin Al-Mughirah Al-Hasyimi, dari Ibnu Daud, dari Isma’il bin Umayyah, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas. Namun riwayat ini juga maudhu’.

Abu Thahir Al-Hasan bin Hamzah Al-‘Alawiy majhul, tidak diketahui jarh maupun ta’dil mengenainya.
Ishaq bin Bisyr Al-Kahiliy, ia adalah Abu Ya’qub syaikh dari ‘Umar bin Hafsh As-Sadusi yang meriwayatkan darinya, dinilai sebagai pendusta oleh Ibnu Abi Syaibah, juga Musa bin Harun Al-Hamal. Abu Zur’ah berkata; “Suka berdusta, dia suka meriwayatkan hadits-hadits palsu” . Al-Fallas dan selainnya berkata; “Matruk”. Ad-Daraquthniy berkata; “Termasuk dari sederetan orang yang suka memalsukan hadits” [Lisanul-Mizan oleh Ibnu Hajar 1/355, Adh-Dhu’afa wal-Matrukin oleh Ibnul-Jauziy 1/100]. Demikian pula dinilai Ibnu ‘Adiy dalam Al-Kamil (1/342). Abu Hatim berkata;“Suka berdusta” [Al-Jarh Wa At-Ta’dil, 2/214]. Ibnu Hibban berkata; “Suka memalsukan hadits dari para rawi tsiqah” [Al-Majruhin, 1/135]. Al-‘Uqailiy berkata; “Munkarul-hadits” [Adh-Dhu’afa Al-Kabir, 1/98 no. 115]

Hadits Zaid bin Arqam

Dikeluarkan oleh Ath-Thabraniy dalam Al-Kabir (5/5067), Al-Ajurry dalam Asy-Syari’ah (4/1590), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (3/128), Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (4/349-350), Al-Khathib dalam Tali Talkhish Mutasyabih (2/417-418), Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq (42/242), dari jalur Yahya bin Ya’la Al-Aslamiy, dari ‘Ammar bin Ruzaiq, dari Abi Ishaq, dari Ziyad bin Mutharrif, dari Zaid bin Arqam yang berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من يريد أن يحيى حياتي ويموت موتي ويسكن جنة الخلد التي وعدني ربي فليتوَلَّ علي بن أبي طالب فإنه لن يخرجكم من هدى، ولن يدخلكم في ضلالة

“Barangsiapa yang ingin hidup seperti hidupku dan wafat seperti wafatku serta masuk ke surga yang telah dijanjikan kepadaku oleh Tuhanku yaitu Jannatul Khuld, maka hendaklah ia menjadikan Ali sebagai wali, karena sesungguhnya dia tidak akan mengeluarkan kamu dari petunjuk dan tidak akan memasukkan kamu ke dalam kesesatan.’’

Abu Nu’aim berkata: “Gharib dari hadits Abu Ishaq, Yahya menyendiri meriwayatkannya dari ‘Ammar”. Al-Hakim berkata : “Hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan Al-Bukhariy dan Muslim”. Namun dibantah oleh Adz-Dzahabiy; “Ia lebih dekat kepada palsu.” [At-Talkhish, 3/139]. Ibnu Mandah berkata : “Tidak Shahih” [Al-Ishabah 2/587]. Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid (9/108) berkata: “Padanya terdapat Yahya bin Ya’la Al-Aslamiy dan dia dha’if.”

Maka jelas, pentashhihan Al-Hakim tertolak, selain karena beliau dikenal dengan ketasahulannya dalam menshahihkan suatu riwayat pada Mustadrak-nya, dalam sanadnya terdapat Yahya bin Ya’la Al-Aslamiy yang kedha’ifan dia ini disepakati oleh Ahli Hadits.

Ibnu Hajar berkata: “Dha’if Syi'iy” [Taqrib At-Tahdzib no 7677]. Ibnu Ma’in berkata; “Laisa bi syai’in (tidak ada nilainya)”. Al-Bukhariy berkata: “Mudhtharibul hadits (haditsnya tidak beraturan/guncang)”. Abu Hatim berkata: “Haditsnya lemah dan tidak kuat”. Al-Bazzar berkata: “Sering salah dalam sanad-sanad” [Tahdzib At-Tahdzib no 10488]. Disebutkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam Al-Kamil fi Adh-Dhu’afa (9/87), Al-‘Uqailiy dalam Adh-Dhu’afa Al-Kabir (4/435), dan Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin (3/120).

Hadits Hudzaifah

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (1/86) dan (4/174) dari jalur Muhammad bin Zakariyya Al-Ghalabiy, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Mihran, dari Syarik, dari Al-A’masy, dari Zaid bin Wahb, dari Hudzaifah bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من سره أن يحيا حياتي و يموت ميتتي ويتمسك بالقصبة الياقوتة التي خلقتها الله ثم قال لها كن أو كوني فكانت فليتول علي بن أبي طالب من بعدي

“Barangsiapa yang senang untuk hidup seperti kehidupanku dan mati seperti matiku, dan berpegangan pada tiang yang terbuat dari Yakut yang Allah ciptakan dengan kedua tangan-Nya, seraya berfirman, 'Jadilah,' maka terjadi, maka hendaknya menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai wali sesudahku.”

Abu Nu’aim berkata; “Bisyr menyendiri periwayatannya dari Syarik.” Dan riwayat ini juga palsu sebagaimana As-Suyuthiy memasukkannya ke dalam Al-La’ali Al-Mashnu’ah fil-Ahadits Al-Maudhu’ah (1/337) karena pada sanadnya terdapat :

Muhammad bin Zakariyya Al-Ghalabiy. Ibnul-Jauziy berkata; “kadzdzaab (pendusta)” [Al-Maudhu’at, 2/37]. Ad-Daraquthniy berkata; “Suka memalsukan hadits.” [Adh-Dhu’afa wal-Matrukin, 1/131 no. 483] sebagaimana disebutkan oleh Burhanuddin bin Al-‘Ajamiy dalam Kasyful-Hatsits ‘amman Rumiya bi-Wadh’il-Hadits (no. 663) dengan menambahkan; “Telah berkata Ad-Daraquthniy dan Yahya, “Suka memalsukan hadits”. Ibnu ‘Asakir berkata; “Dha’if” [Tarikh Dimasyq, 57/373]. Al-Baihaqiy berkata; “Matruk” [Syu’abul-Iman, 1/247].
Adz-Dzahabiy berkata; “Dha’if” kemudian setelah menyebutkan suatu riwayatnya, beliau berkata;“Ini adalah kedustaan Al-Ghalabiy” [Mizan Al-I’tidal, 3/550, demikian pula Ibnu Hajar dalam Lisanul-Mizan, 5/168]. Di tempat lain beliau berkata; “muttaham” [Al-Mizan no. 1/325 dan disepakati Ibnu Hajar dalam Al-Lisan 2/34]. Al-Hakim berkata setelah menyebutkan suatu riwayat dalam Tarikhnya sebagaimana dinukil Ibnu Hajar, “Seluruh perawinya tsiqah, kecuali Muhammad bin Zakariyya Al-Ghalabiy karena dialah penyakitnya.” [Lisanul-Mizan, 5/169].

Al-Ghalabiy tidak menyendiri, ada yang menyertainya dalam riwayat ini yaitu Abu ‘Abdillah Al-Husain bin Isma’il Al-Mahwiy sebagaimana diriwayatkan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya (42/242) namun ia majhul, tidak diketahui jarh maupun ta’dil mengenainya.

Bisyr bin Mihran. Tidak ada yang mentautsiqnya selain Ibnu Hibban dalam Ats-Tsiqat (no. 12635) yang dikenal dengan ketasahulannya. Terdapat perincian mengenai tautsiqnya namun tautsiqnya terhadap Bisyr bin Mihran disini tidaklah kuat dimana tidak ada lafazh sharih akan tautsiqnya seperti “mutqin” dsb dan beliau sendiri menyebutnya bahwa kalangan bashrah meriwayatkan hadits-hadits gharib darinya. Ditambah lagi bahwa Adz-Dzahabiy memasukkannya ke dalam Al-Mughniy fi Adh-Dhu’afa (no. 938) seraya menyebutkan jarh Abu Hatim yang meninggalkan haditsnya tanpa menyebutkan taustiq Ibnu Hibban sebagaimana yang beliau sebutkan pada beberapa rawi lainnya. Begitu pula Abu Hatim memerintahkan putranya untuk tidak membacakan haditsnya sebagaimana dalam Lisanul-Mizan (no. 1641). Dan Al-Haitsami pada suatu riwayat yang pada sanadnya terdapat Bisyr bin Mihram, beliau berkata; “Pada sanadnya terdapat Bisyr bin Mihran dan dia matruk.” [Majma’ Az-Zawaid, 6/301 no. 10792].

Syarik bin ‘Abdillah. Beliau sebagaimana dinyatakan Ibnu Hajar dalam At-Taqrib (no. 2787) adalah seorang yang shaduq namun banyak kekeliruan, mengalami taghayyur pada hafalannya semenjak menjabat sebagai Qadhiy di Kufah, dan tidak diketahui apakah Bisyr meriwayatkan darinya sebelum Syarik mengalami taghayyur ataukah sesudahnya.

Hadits Abu Dzar

Diriwayatkan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya (24/242) sebagaimana berikut :

أخبرنا أبو محمد القاسم بن هبة الله بن عبد الله ثنا أبو بكر الخطيب ثنا أبو طاهر إبراهيم بن محمد بن عمر بن يحيى العلوي ثنا أبو المفضل محمد بن عبد الله الشيباني حدثني أحمد بن إسحاق بن العباس بن موسى بن جعفر العلوي بدبيل ثنا الحسين بن محمد بن بيان المدائني قاضي تفليس حدثني جدي لأبي شريف بن سائق التفليسي ثنا الفضل بن أبي قرة التميمي عن جابر الجعفي عن أبي الطفيل عامر بن واثلة عن أبي ذر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (من سره أن يحيا حياتي ويموت مماتي ويسكن جنة عدن التي غرسها الله ربي فليتول عليا بعدي

Artinya mirip seperti hadits Ibnu ‘Abbas, hanya lebih singkat dan berbeda sanadnya. Namun riwayat ini juga palsu. Di samping banyaknya rawi-rawi majhul pada sanadnya terdapat :

Abul-Mufadhdhal Muhammad bin ‘Abdillah Asy-Syaibaniy. Al-Khathib berkata; “…suka membuat hadits palsu untuk rafidhah”. Al-Azhariy berkata; “Abul-Mufadhdhal seorang dajjal lagi pendusta”. Al-‘Atiqiy berkata; “Banyak takhliith”. Hamzah bin Muhammad bin Thahir Ad-Daqqaq berkata; “Suka memalsukan hadits”. Demikian juga dinilai sebagai pendusta oleh Ad-Daraquthniy [Tarikh Baghdad, 5/466]. Dinukil pula oleh Adz-Dzahabiy dalam Al-Mizan (6/215) dan ditetapkan oleh Ibnu Hajar dalam Al-Lisan (5/231) seraya menambahkan bahwa Abu Dzar Al-Harawiy meninggalkan riwayatnya. Disebutkan pula oleh Ibnu ‘Iraq dalam Tanzih Asy-Syari’ah Al-Marfu’ah ‘anil-Akhbar Asy-Syani’ah Al-Maudhu’ah pada daftar nama-nama para pemalsu hadits dan pendusta (1/107 no. 166) seraya menyatakan; “Dajjal, suka memalsukan hadits.”

Jabir Al-Ju’fiy Ditautsiq oleh Syu’bah, Waki’, dan Ats-Tsauriy. Namun dinilai sebagai pendusta oleh Ibnu Ma’in, Abu Hanifah, Laits bin Abi Sulaim, Al-Juzjaniy, Ibnu ‘Uyainah, Ibnu Kharrasy, dan selain mereka serta dilemahkan oleh banyak para ulama lainnya. Adz-Dzahabiy berkata; “Syu’bah mentautsiqnya maka itu syadz karena para huffazh meninggalkannya.” [Al-Kasyif, no. 739]. Ibnu Hajar menyimpulkan; “Dha’if rafidhiy” [Taqribut-Tahdzib, no. 878].

Demikian pembahasan mengenai hadits palsu di atas yang disandarkan oleh Syi’ah secara dusta kepada Al-Imam Al-Bukhariy rahimahullah, dan karenanya pula mereka turut berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak semua ‘illat kami sebutkan agar tidak berkepanjangan, semisal tadlis Abu Ishaq, berkenaan Ziyad bin Mutharrif, dsb. Namun dengan yang telah dipaparkan tentu sudah cukup jelas kepalsuan hadits di atas. Terdapat pula dari jalur Abu Hurairah dan Al-Barra, hanya saja diriwayatkan dengan matan “hendaklah berpegang dengan kecintaan terhadap ‘Ali” namun riwayat-riwayat tersebut juga tidak lepas dari cacat. Kami batasi dengan apa yang sudah dibahas untuk mempersingkat. Wallaahu A’lam.

Qabbahallaah ar-raafidhah.
 

2 Kali Derita Anak-Anak di Kota Duma

Setelah kota ini dikepung sehingga akses logistik makanan dan obat-obatan untuk penduduk muslim disana terputus. Kaum penjajah dibawa kendali diktator bassar al fasad kembali menjatuhkan bom ke kawasan penduduk. Berikut ini sebagian kecil korban luka-luka yang selamat dari kejadian tersebut.

 
Copyright © 2014. Created by Admin sunnahcare
Template by Creating Website and Admin sunnahcare