Aqidah    Manhaj    Al Quran    Hadits    Tafsir    Siroh    Fiqh    Akhlak dan Adab    Informasi   

Iklan

Iklan

Web Sekolah Sunnah di Padang

Web Sekolah Sunnah di Padang

Jumlah Pengunjung

Lokasi Pengunjung

Pengikut

Komentar

Email Admin

sunnahcare@gmail.com

sunnah_care@yahoo.com

Ikuti Kami di Twitter

Mari Bantu Klik Link Berikut Ini:



Wakaf Al Qur'an Untuk Yayasan Nurul Qur'an Sumbar

Alhamdulillah,

Hari ini tanggal 15 Ramadhan 1436 H / 2 Juli 2015, Kami Yayasan Nurul Qur'an Sumbar menerima wakaf Kitab Suci Al Qur'an sebanyak 80 buah dari Muhsinin Bpk. Ali Akbar dan Keluarga Hafidzahumulloh di Ruwais, Abu Dhabi - Uni Emirat Arab (Perantau Minang).
Semoga wakaf yang diberikan bermanfaat dan Alloh balas dengan Pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadhan yang diberkahi ini.
In syaa Alloh wakaf Al Qur'an ini kami peruntukkan untuk fasilitas belajar bagi anak-anak didik kita dan warga masyarakat yang belajar di Yayasan Nurul Qur'an Sumbar.
Kepada Bpk. Ali Akbar dan keluarga kami ucapkan Jazaakumullohu khoiron, Barokallahu fiykum wa maalikum wa ahlikum.

Bagi yang ingin ikut berpartisipasi memberikan wakaf silahkan hubungi:
Ketua Yayasan Nurul Qur'an Sumbar :
Abu Shofiyyah Peni Andesta : 085364575752












HABIB AHMAD ZEIN: AWAS ! SYI'AH KALAU KALAH DEBAT, MENUDUH "WAHABI"

"Saya yang jelas-jelas NU saja, karena anti terhadap Syi'ah mereka tuduh saya sebagai wahabi", kata Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff dalam acara Multaqa Nasional Seruan Al-Haq di hotel Sahira Bogor april 2015 lalu.
Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff mengungkap jebakan Syi'ah bila kalah debat dengan membuat tuduhan Wahabi itu berdasarkan pengalaman dirinya saat membantah salah satu ustadz Syi'ah ber-marga "Shihab" yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga.
"Jadi ceritanya, syi'ah ini bikin opini bahwa yang menyesatkan Syi'ah itu hanya wahabi, saya nggak terima. Saya gak terima ahlus sunnah wal jama'ah di bumi indonesia ini di obok-obok. Begitu saya cuntre Syi'ah dengan yayasan Al-Bayyinat, mereka bikin isu bahwa saya ini susupan wahabi", tutur Imam Besar Al-Bayyinat jawa timur itu.
Habib Ahmad pernah menanggapi seorang oknum MUI bermarga shihab yang terlihat sangat membela Syi'ah. Tanggapan itu berupa rekaman video yang pernah di upload di Youtube. Setelah itu, Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff banyak dituduh "Wahabi" oleh kalangan Syi'ah dan Liberal.
Propaganda Syi'ah itu menjadi cacatan tersendiri bagi Habib Ahmad, dan beliau berupaya terus untuk memperingatkan umat Islam tentang propaganda Syi'ah tersebut. Menurutnya, banyak pihak yang dituduh wahabi karena anti terhadap Syi'ah. Propaganda Syi'ah dengan cara menuduh "wahabi" terjadi apabila mereka kalah dalam argumentasi.
"Makanya hati-hati, ini propaganda dan adu domba Syi'ah. Pokoknya ntah kalau ada kiai-kiai yang anti Syi'ah, langsung tuh di tuduh, "Awas, Itu kiyai fulan Wahabi". Kenapa begitu? karena mereka tidak bisa lawan dengan argumentasi. ", terang Habib Ahmad.
Menutup pembicaraan, Habib Ahmad mengatakan, "Wahabi itu ahlus sunnah, saudara kita. Kalau syi'ah bukan. Kita di obok-obok ileh Syi'ah. Banyak habib dan cendikiawan muslim yang di cuci otaknya di Iran. Di tamasyakan ke Iran. Pulang-pulang omongannya sudah berubah, mereka sesat dan menyesatkan...dst".

Kisah Nyata Dari Yordan

Kisah Nyata Dari Yordan
.............................................

Selepas membeli kayu bakar, orang ini kemudian di rumahnya memilih kayu kayu tersebut. Tak terduga, dia mendapati sebuah kayu yang agak aneh, kayu tersebut dibungkus plastik dengan rapi, setelah dibuka ternyata kayu tersebut dipenuhi dengan paku paku dengan pola pakuan yang aneh. Melihat ada yang ganjil, dia pun pergi membawa kayu tersebut ke seorang Syaikh.

Syaikh berkata: "kayu ini adalah tumbal sihir, diperuntukkan atas satu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan beberapa orang anak, selama paku ini masih menancap, satu keluarga tersebut tengah dalam keadaan sakit, dan hanya Allah yang mengetahui jenis sakitnya .." Lalu Syaikh itu berkata kembali: "Alhamdulillah kamu belum membakar kayu ini, jika itu kamu lakukan, nescaya satu keluarga tersebut akan Mati semua". Berikut cara rawatan sihir sesuai dengan resipi Rasulullah Saw

A. RAWATAN SIHIR

Rawatan sihir boleh dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dengan ruqyah yang sesuai syariat

Di antara kaedah yang pernah dipraktikkan dan itu mujarab adalah

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara

Persiapan: Sediakan 7 daun bidara hijau, dan satu baldi air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar bilik mandi):

1) Baca ta'awudz: a-'uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A'raf, dari ayat 117 hingga 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 hingga 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 hingga 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (boleh gunakan gelas kecil)
8) Gunakan selebihnya untuk mandi.
9) Cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali, hingga pengaruh sihirnya hilang.

(Kaedah ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat al quran kemudian ditiupkan

Caranya:

a. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
b. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih
c. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bahagian tubuh yang sakit.
d. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Kedua, menghancurkan simpul sihir

Cara kedua ini adalah kaedah menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara kedua ini agak sukar dilakukan, kerana perlu diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini boleh dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pengkalan tentera bagi si dukun untuk menyihir objek sasaran.

Sebagaimana hal ini pernah dialami oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut redaksi kisah yang lebih lengkap. Redaksi ini disebutkan oleh At-Tsa'alibi dalam tafsirnya dan dinukil oleh Ibnu katsir:

Dari Ibnu Abbas dan A'isyah radhiyallahu 'anhuma menceritakan:

Dulu ada seorang remaja Yahudi yang menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga, datanglah beberapa orang Yahudi menemui anak ini. Sampai akhirnya si remaja ini mengambil rontokan rambut kepala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan potongan sikat rambut, dan dia berikan kepada orang Yahudi. Akhirnya, mereka gunakan rambut ini sebagai bahan untuk menyihir Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Pelaku sihir adalah seorang Yahudi Bani Zuraiq, namanya Labid bin A'sham. Simpul sihir dari rambut tersebut di tanam di telaga milik Bani Zuraiq, namanya sumur Dzarwan.

Kerana pengaruh sihir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jatuh sakit, sehingga rambut beliau mudah gugur. Beliau seolah-olah melakukan sesuatu dengan isterinya padahal tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya beliau bermimpi, beliau melihat ada dua malaikat yang datang. Yang satu duduk di dekat kepala beliau dan yang satu duduk di dekat kaki beliau.

Malaikat pertama bertanya, "Apa yang terjadi dengan orang ini?" "Dia tersihir." Jawab malaikat kedua. "Siapa yang menyihir?" Tanya malaikat pertama. "Labid bin A'sham orang Yahudi." Jawab malaikat kedua. "Dengan apa dia disihir?" Jawabnya: "Dengan rambut dan potongan sikat." "Di mana simpul sisirnya?" Jawabnya: "Dibungkus kulit mayang kurma, ditindih batu, di dalam sumur Dzarwan." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Kemudian beliau berangkat ke sumur Dzarwan di Bani Zuraiq bersama Ali bin Abi Talib, Zubair bin Awam, dan Ammar bin Yasir.

Ali diperintahkan untuk mengambil batu itu, untuk mengeluarkan bungkus simpul sihir. Ketika itu, Allah menurunkan dua surat Al-Muawidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas). Sebelumnya, Ali bin Abi Talib diperintahkan untuk membaca dua surat tersebut. Ternyata di dalamnya ada beberapa helai rambut dan potongan sisirnya. Di sana juga ada ikatan buntalan jumlahnya ganjil. Selanjutnya benda itu dimusnahkan dan sumurnya ditutup.

Seketika itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung terasa ringan dan hilang pengaruh sihirnya. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali, beliau sampaikan kepada isterinya:

يا عائشة, كأن ماءها نقاعة الحناء, أو كأن رءوس نخلها رءوس الشياطين

"Hai Aisyah, air perigi itu seperti terkena daun pacar (inai). Atau seolah pangkal mayang kurma seperti kepala syaitan. "(HR. Bukhari 5763)

Imam Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad berkata:

Cara menyembuhkan sakit ini ada dua, di antaranya adalah mengeluarkan sumber sihir dan memusnahkan ia. Ini adalah cara yang paling sempurna. Sebagaimana terdapat riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahawa beliau berdoa kepada Allah tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Allah tunjukkan bahawa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sikat dibungkus mayang kurma jantan. Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru bebas dari ikatan. Inilah kaedah yang paling ampuh untuk mengubati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh (Zadul Ma'ad, 4: 113)

B. PENCEGAHAN DARI SIHIR

1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya.

2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu' Abbas Radhiyallahu 'anhu:

يا غلام! إني أعلمك كلمات, احفظ الله يحفظك ...

"Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, nescaya Allah akan menjagamu ..." [HR Tirmidzi]

3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka". [HR Bukhari Muslim].

4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang dipelihara dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, bahawa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari peranti-peranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan muzik.

5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahawa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah". [HR Muslim]

6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta'awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do'a ketika masuk dan keluar rumah, do ' a ketika naik kenderaan, do'a ketika masuk dan keluar masjid, do'a ketika masuk dan keluar bilik mandi, do'a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir yang lain.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak mempunyai bahagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta'awwudzaat nabawiyah. "[Zaadul Ma'ad (4/116)]

7. Memakan tujuh butir kurma 'ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

من تصبح كل يوم سبع تمرات عجوة لم يضره في ذلك اليوم سم ولا سحر

"Sesiapa yang makan tujuh butir kurma 'ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim]

Semoga bermanfaat, jangan lupa sebarkan pada yang lain.

Mencela Salah Satu Shahabat Nabi Merupakan Bentuk Kekafiran

مُحَمَّد رَسُولُ اللهُ وَ الذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَينَهُمْ. تَرَىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللهِ وَ رِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرٍ السُجُودِ. ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَورَىةِ. وَ مَثَلُهُمْ فِى الإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْئَهُ فَئَازَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الكُفَّارَ. وَعَدَ اللهُ الذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَ أَجْرً عَظِيمًا.
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (al-Fath: 29)


Penjelasan Makna Ayat
مُحَمَّد رَسُولُ اللهُ
Muhammad adalah nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling masyhur. Tatkala orang-orang kafir mencela beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengubah nama Muhammad menjadi “mudzammam” yang berarti orang yang tercela, beliau bersabda,
أَلَا تَعْجَبُونَ كَيْفَ يَصْرِفُ اللهُ عَنِّي شَتْمَ قُرَيْشٍ وَلَعْنَهُمْ؟ يَشْتِمُونَ مُذَمَّمًا وَيَلْعَنُونَ مُذَمَّمًا وَأَنَا مُحَمَّدٌ
Tafsir“Tidakkah kalian heran melihat bagaimana Allah ‘azza wa jalla memalingkan dariku cercaan kaum Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencerca dan melaknat (dengan sebutan) Mudzammam, sedangkan aku adalah Muhammad.” (HR. al-Bukhari no. 3340, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Ayat ini menjadi saksi atas kedudukan beliau sebagai rasulullah yang diutus oleh Allah ‘azza wa jalla kepada umat yang hidup di akhir zaman, yang diutus kepada seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia hingga akhir zaman. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
Katakanlah, “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (al-A’raf: 158)
Firman-Nya,
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, melainkan Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Ahzab: 40)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat ini, “Firman Allah ‘azza wa jalla ini adalah persaksian Allah ‘azza wa jalla kepada Rasul-Nya, dengan menjelaskan, menerangkan, dan memaparkan kebenarannya dengan pemaparan yang jelas. Penjelasan ini memutus alasan antara Allah ‘azza wa jalla dan hamba-Nya, serta menegakkan hujah atas mereka. Allah ‘azza wa jalla yang menjadi saksi atas kebenaran Rasul-Nya, merupakan hal yang telah diketahui melalui berbagai jenis penjelasan, baik secara dalil aqli, dalil naqli, secara fitrah, ilmu pasti, maupun penalaran.” (Bada’i’ at-Tafsir, 2/460)
وَ الذِينَ مَعَهُ
“Dan orang-orang yang bersamanya….”
Ada tiga penafsiran para ulama dalam menjelaskan tentang siapa yang dimaksud orang-orang yang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam ayat ini:
  1. Yang dimaksud adalah sahabat yang hadir dalam peristiwa Hudaibiyah.
  2. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Yang menghadiri peristiwa Hudaibiyah adalah yang keras terhadap orang-orang kafir, yaitu mereka keras seperti singa-singa terhadap mangsanya.” (Tafsir al-Qurthubi 19/341)
  3. Para sahabat secara umum, baik yang menghadiri peristiwa Hudaibiyah maupun tidak.
  4. Seluruh kaum mukminin.
Yang tampak, ayat ini adalah sifat para sahabat secara umum, meskipun berkaitan dengan peristiwa Hudaibiyah. Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Yang utama adalah memahami ayat ini secara umum (yakni para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (Fathul Qadir 5/74)
أَشِدَّآءُ عَلَى الكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَينَهُمْ
“Keras terhadap orang-orang kafir dan saling mengasihi di antara mereka….”
Ayat ini sama seperti firman Allah ‘azza wa jalla,
Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir….” (al-Maidah: 54)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Ini adalah sifat kaum mukminin yang salah satu dari mereka memiliki sifat yang keras terhadap orang-orang kafir, menyayangi dan berbuat baik kepada orang-orang yang mulia, bersikap marah dan ketus di hadapan wajah orang kafir, tersenyum dan berseri-seri di hadapan wajah saudaranya mukmin, seperti halnya firman Allah ‘azza wa jalla,
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu.” (at-Taubah: 123)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu jasad. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, seluruh tubuh turut merasakan dengan bergadang dan demam.” (HR. Muslim no. 2586, dari Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًاوَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
“Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya,” lalu beliau menyela di antara jari-jemarinya. (Muttafaq ‘alaih dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu) (Tafsir Ibnu Katsir 13/133)

تَرَىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللهِ وَ رِضْوَانًا
“Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya….”
Ini menerangkan tentang banyaknya shalat yang mereka lakukan, dengan mengharapkan keutamaan dari Allah ‘azza wa jalla dan keridhaan-Nya dengan meraih surga-Nya.
Al-Hafizh ibnu Katsir rahimahullah menerangkan, “Allah ‘azza wa jalla menyebutkan sifat mereka, yakni banyak amalan dan shalat, yang merupakan sebaik-baik amalan, keikhlasan beramal hanya untuk Allah ‘azza wa jalla, mengharapkan ridha dan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah ‘azza wa jalla berupa surga yang merupakan anugerah Allah ‘azza wa jalla, kelapangan rezeki kepada mereka, dan ridha-Nya kepada mereka. Ridha Allah ‘azza wa jalla sendiri lebih besar daripada kenikmatan yang awal (yaitu surga-Nya,-pen.), sebagaimana firman-Nya,
‘dan keridhaan Allah adalah lebih besar…’ (at-Taubah: 72).” (Tafsir Ibnu Katsir 13/133)
Ayat ini menunjukkan bahwa memperbanyak shalat termasuk amalan yang paling mulia, yang mengantarkan seorang hamba untuk meraih surga dan keridhaan-Nya.
Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Tsauban radhiallahu ‘anhu, dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla yang memasukkan seorang hamba ke dalam surga. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ سَجْدَةً إلا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (shalat) kepada Allah ‘azza wa jalla, karena sesungguhnya tidaklah engkau melakukan satu sujud kepada Allah ‘azza wa jalla melainkan Allah ‘azza wa jalla mengangkat satu derajat dan menghapuskan darimu satu kesalahan.” (HR. Muslim, no. 488)
Al-Imam Muslim rahimahullah juga meriwayatkan dari Rabi’ah bin Ka’b al-Aslami radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Mintalah sesuatu kepadaku.”
Rabi’ah menjawab, “Aku memohon untuk menjadi pendampingmu di surga.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mungkin permintaan yang lain?”
Ia menjawab, “Itulah permintaanku.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Bantulah aku untuk mencapai keinginanmu dengan memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Muslim, no. 489)

            سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرٍ السُجُودِ
“Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”
Terdapat beberapa penafsiran ulama dalam menjelaskan tentang tanda sujud yang dimaksud di dalam ayat ini.
  1. Ada yang mengatakan, “Perilaku yang baik.” Ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma.
  2. Sebagian ulama berkata, “Yang dimaksud adalah sifat khusyuk dan tawadhu’,” sebagaimana yang diriwayatkan dari Mujahid dan yang lainnya.
  3. Sebagian lagi mengatakan,
  4. “Dengan memperbanyak shalat akan membaguskan wajah, seperti perkataan sebagian salaf, barang siapa banyak melakukan shalat di malam hari, akan menjadi baik wajahnya di siang hari.”
  5. Sebagian lagi berkata, “Sesungguhnya amalan kebaikan memunculkan cahaya di dalam hati, sinar pada wajah, kelapangan rezeki, dan rasa cinta di dalam hati-hati manusia.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud ialah bahwa sesuatu yang tersimpan dalam jiwa akan tampak pada raut wajahnya. Apabila seorang mukmin memiliki isi hati yang baik dan benar bersama Allah ‘azza wa jalla, Allah ‘azza wa jalla akan memperbaiki penampilan lahirnya di hadapan manusia, sebagaimana yang diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Barang siapa memperbaiki isi hatinya, Allah ‘azza wa jalla akan memperbaiki penampilan lahiriahnya’.”
Beliau kemudian berkata, “Tatkala para sahabat radhiallahu ‘anhum ikhlas dan amalan mereka saleh, setiap orang yang memandang mereka merasa takjub melihat perangai dan perilakunya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 13/134)
            ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَورَىةِ. وَ مَثَلُهُمْ فِى الإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْئَهُ فَئَازَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُرَّاعَ
“Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya.”
Sifat yang Allah ‘azza wa jalla sebutkan ini ada dalam Taurat. Adapun sifat mereka yang Injil disebutkan dengan perumpamaan yang lain, yaitu tentang kesempurnaan mereka dan sikap mereka yang saling menolong, bagaikan tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu tumbuh berkembang menjadi muda, dan kemudian menjadi kuat dan keras, dan berdiri kokoh di atas batangnya, yang membuat kagum para penanamnya karena kesempurnaan tanaman dan keindahannya.
Demikian pula para sahabat radhiallahu ‘anhum, mereka ibarat tanaman yang selalu memberi manfaat kepada makhluk dan manusia selalu membutuhkan mereka. Kekuatan iman dan amalan yang mereka miliki bagaikan kuatnya akar dan batang pada sebuah tanaman.
Yang lebih dahulu masuk Islam menolong dan membimbing orang yang masuk Islam belakangan dalam hal menegakkan agama Allah ‘azza wa jalla dan menyeru kepadanya, bagaikan tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu menolongnya hingga menjadi kuat.
Oleh karena itu, Allah ‘azza wa jalla menyatakan setelahnya,
لِيَغِيظَ بِهِمُ الكُفَّارَ
“Karena Allah ‘azza wa jalla hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).”
Yaitu, tatkala mereka melihat persatuan para sahabat radhiallahu ‘anhum dan kokohnya mereka di atas agama, demikian pula tatkala terjadi pertempuran dalam medan perang. (Taisir al-Karim ar-Rahman, al-Allamah as-Sa’di)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Berdasarkan ayat ini, al-Imam Malik rahimahullah berpendapat kafirnya kaum Rafidhah yang membenci para sahabat radhiallahu ‘anhum. Sebab, para sahabat telah membuat mereka marah. Padahal, siapa yang marah kepada para sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini. Hal ini disetujui oleh sekelompok ulama.
Hadits-hadits tentang keutamaan para sahabat dan larangan mendiskreditkan mereka sangat banyak. Cukuplah pujian dan keridhaan Allah ‘azza wa jalla kepada mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 13/135. Lihat pula Tafsir al-Qurthubi 19/347)
وَعَدَ اللهُ الذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَ أَجْرً عَظِيمًا
“Allah ‘azza wa jalla telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh ampunan dan pahala yang besar.”
Para sahabat radhiallahu ‘anhum adalah orang-orang yang mengumpulkan iman dengan amalan saleh, sehingga Allah ‘azza wa jalla mengumpulkan pula untuk mereka ampunan yang konsekuensinya adalah dijaga dari berbagai keburukan di dunia dan akhirat, serta pahala yang besar di dunia dan akhirat.” (Taisir al-Karim ar-Rahman)

Pesantren Syi'ah di Sulawesi Selatan Tahun 2015 Ini

Kaum muslimin dikejutkan dengan pembuatan pesantren syiah di daerah Sulawesi Selatan. Dalam rangka peletakan batu pertamanya, direktur ICC (pusat penyebaran syiah di Indonesia) Sayyid Musawi, turun langsung ke lapangan. Berkat wakaf dari salah seorang warga Sulawesi Selatan, maka syiah mengambil langkah strategis terkait pengkaderan. Jika di situ ada pesantren, sudah pasti akan ada ustadnya dan yayasan yang kelak akan menjadi corong penyebaran syiah. Maka kami prihatin jika masyarakat Sulawesi tidak sadar, maka kedepan akan terjadi gesekan, jika mereka sudah kuat dan melakukan ritual-ritual yang melaknat sahabat dan mengajak warga sekitar agar meninggalkan ajaran Islam menuju ajaran syiah. 5 tahun mendatang sudah pasti mereka akan mulai mengajak ke ajaran tersebut. selain direktur ICC, tampak juga tokoh syiah dari Jakarta dan juga pemberi wakaf tanah ikut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut. Kejadian ini terjadi masih di tahun 2015.









Kaum muslimin dikejutkan dengan pembuatan pesantren syiah di daerah Sulawesi Selatan. Dalam rangka peletakan batu pertamanya, direktur ICC (pusat penyebaran syiah di Indonesia) Sayyid Musawi, turun langsung ke lapangan. Berkat wakaf dari salah seorang warga Sulawesi Selatan, maka syiah mengambil langkah strategis terkait pengkaderan. Jika di situ ada pesantren, sudah pasti akan ada ustadnya dan yayasan yang kelak akan menjadi corong penyebaran syiah. Maka kami prihatin jika masyarakat Sulawesi tidak sadar, maka kedepan akan terjadi gesekan, jika mereka sudah kuat dan melakukan ritual-ritual yang melaknat sahabat dan mengajak warga sekitar agar meninggalkan ajaran Islam menuju ajaran syiah. 5 tahun mendatang sudah pasti mereka akan mulai mengajak ke ajaran tersebut. selain direktur ICC, tampak juga tokoh syiah dari Jakarta dan juga pemberi wakaf tanah ikut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut. Kejadian ini terjadi masih di tahun 2015.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Ustadz Syi'ah Bikin Gaduh di Masjid Raya Bogor

Maaf Agak Terlambat Terbit, tapi semoga hal ini mencerahkan.

BIKIN KEKACAUAN DI MASJID RAYA BOGOR, SYAIKH IDAHRAM DI KECAM UMMAT ISLAM.
Sunnahcare.com- Ahad 21 Juni 2015 diselenggarakan bedah buku propaganda "BUKAN FITNAH TAPI INILAH FAKTANYA, MEMBONGKAR TRADISI DUSTA WAHABI" di masjid raya bogor pukul 15.45 WIB dengan menghadirkan narasumber Syaikh Idahram (penulis buku "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi").
Syaikh Idahram yang disebut-sebut sebagai aktivis Syi'ah itu membuat kedustaan atas nama kaum Sunni nusantara yang diwakili Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dan Wahdah Islamiyah. Ia mengacaukan persatuan ummat Islam di bogor dalam keheningan bulan suci Ramadhan dengan mengangkat isu sektarian. Tak tanggung-tanggung, semua harokah dan pergerakan Islam di sesatkannya, semisal Salafi, Ikhwanul Muslimin, HTI, Muhammadiyyah, Persis, Dll. Arogansi Syi'ah tercium secara halus dari pemaparannya selama bedah buku.
"Masjid raya bogor kok bisa masuk tukang fitnah begitu sih ? Siapa sih panitianya ? Siapa yang mengundang? Seolah-olah panitia acara tengah kecolongan tidak sadar bahwa yang mereka undang itu adalah aktivis Syi'ah yang sengaja di susupi oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan test of the water terhadap kaum muslimin di bulan suci Ramadhan", ujar Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi.
Aktivis Syi'ah yang menyatakan bahwa mazhab ahlus sunnah itu ada lima; yaitu salah satunya mazhab ja'fari ini, kaget dan pucat pasih, karena tanpa di duga, ditengah ia sedang asyik membedah buku propagandanya itu tiba-tiba hadir sejumlah tokoh dan aktivis muslim pembela Sunnah, Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi (ketua Forum Nasional Seruan Al-Haq) tiba-tiba masuk bersama KH.Qamaruddin,MA dari DDII dan langsung duduk dibarisan terdepan tepat dihadapan Syaikh Idahram, tak di duga disana juga hadir Ustadz DR.Muhammad Sarbini,MA (Dewan Penasehat HASMI), Ustadz Abu Muhammad Dwiono Koesen Al-Jambi,SE.MM (Dewan pembina Forum Nasional Seruan Al-Haq), KH.Abbas Aula (Ketua DDII kota bogor), KH.Adam Ibrahim (Ketua MUI bogor), dan sejumlah tokoh dari Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI), Dewan Dakwah, dll.
"Saya ditelfon oleh Ketua MUI Bogor bidang pengkajian dan aliran sesat, Ustadz Willyuddin Wardani, untuk datang di acara bedah buku Idahram ini", ujar Ust.Abu Husein At-Thuwailibi.
Keadaan mulai memanas, acara yang berlangsung didalam masjid raya kota bogor ini pun berakhir ricuh, fihak panitia membatasi waktu bagi para audience untuk bertanya atau memberikan tanggapan. Seakan-akan waktu sudah mereka setting agar tidak boleh ada yang berbicara. Sejumlah tokoh sepuh dari DDII sudah bergumam dan emosional melihat kedustaan dan kejahatan lisan Idahram yang penuh arogansi sektarian itu memecah belah persatuan jamaah masjid raya kota bogor.
"Ente pendusta, kadzdzab, tidak ilmiah, mesti ada pembanding, harus ilmiah dong, jangan licik, ini bulan ramadhan, jangan buat ricuh", teriak Ustadz Ja'far Aziz dari Dewan Dakwah kota bogor.
"Ustad Abu Husein harus maju, Ustad Abu Husein mau bicara, harus ada pembanding, jangan picik" , teriak Ustadz Ja'far Azis menegaskan.
Ditengah-tengah kondisi mulai memanas saat ketua DDII kota bogor,KH.Abbas Aula di batasi waktu bicaranya, Ust.Abu Husein At-Thuwailibi maju kedepan dan minta izin ke moderator agar diberi waktu 5 menit untuk bicara, namun ia tetap dilarang bicara oleh moderator dengan alasan waktu sudah habis. Saat itu pula Ustadz muda dari Forum Nasional Seruan Al-Haq ini meraih microfon dari tangan seorang panitia dan langsung berbicara dengan lantang dihadapan hadirin,
"Assalamualaikum warahmatullah Wabarakatuh, Hadirin sekalian, ini bulan suci ramadhan, kita tidak boleh membuat fitnah dan adu domba, perkenalkan, saya Abu Husein At-Thuwailibi, dari Forum Nasional Seruan Al-Haq, ingin mengumumkan bahwa Syaikh Idahram ini adalah aktivis pemecah belah, buku-bukunya penuh propaganda, dia menulis buku berjudul "Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi" dengan mencatut nama KH.Arifin Ilham, tapi setelah ditanyakan langsung ke KH.Arifin Ilham, ternyata KH.Arifin Ilham mengaku tidak pernah memberi kata sambutan atau testimoni apapun atas buku busuk ini, bahkan membacanya pun belum pernah. Nah, ini membuktikan bahwa Idahram ini adalah PENDUSTA. dan dusta itu merupakan ciri-ciri Syi'ah. Waspadalah dengan buku ini ....dst" ujar beliau berorasi.
Ditengah beliau sedang berorasi, memaparkan tanggapan terhadap Idahram, hadirin pada berteriak "Allaahu Akbar", seorang hadirin membentak-bentak Idahram dengan nada tinggi, kondisi memanas, panitia acara pada keluar karena ketakutan, mereka berusaha mendinginkan suasana yang semakin ricuh.
"Saya menyayangkan sikap Idahram yang telah membuat kekacauan di bulan suci Ramadhan. Ia membuat propaganda antar umat lintas mazhab, sehingga terjadi pertengkaran didalam masjid, ia memang sudah kelewat batas. Bagi saya ia telah melakukan teror ideologi dan adu domba persatuan ummat islam di bogor", tangkas Da'i muda yang juga menjadi pembina mu'allaf di kota cibubur itu.
Idahram pun tampak ketakutan, belum pernah kejadian ia dikecam oleh masyarakat karena perbuatan teror pemikiran yang ia propagandakan selama ini ditengah ummat, Setelah ia dipecat dan diusir secara tidak hormat dari Jakarta Islamic Centre (JIC).
Sebelum meninggalkan tempat kejadian, Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi berupaya menghampiri Idahram untuk berjabat tangan dan meminta maaf kepadanya guna melapangkan dada.
Idahram tampak marah dan tidak memafkan Ustadz Ahat meski telah menarik tangannya untuk bersalaman.
Ustadz Ahat berujar, "ya begitulah akhlaq Syi'ah. enggan memaafkan orang lain, dia akan memafkan kalau yang minta maaf itu orang syiah. Yakni yang satu aliran dengannya. Tapi kalau orang muslim minta maaf tidak dimaafkan olehnya karena dianggapnya kafir. Kalau saya minta maaf itu bukan karena saya menyesal. Tapi karena ini bulan ramadhan, saya minta maaf padanya karena telah membuat ia ketakutan disebabkan tingkahnya sendiri yang memprovokasi ummat islam di masjid raya bogor.  Dan saya justru bersyukur dibulan ramadhan ini saya di anugerahi oleh Allah berupa kesempatan untuk menggagalkan provokasi seorang 'teroris ideologi' yang menyusup di tubuh NU. Kita harus menjaga NU dari 'teroris' semacam Idahram".

Berhati-Hatilah Menerima Pemberian Orang yang Tidak Dikenal

INFORMASI MOHON DI SEBARLUASKAN
Yang punya ANAK gadis, ADIK perempuan, KAKAK perempuan atau ANDA sendiri, semua yang berbau PEREMPUAN ATTENTION _!!
Saya mendapat informasi penting dari seorang kawan. Please soon forward this such news ya !!Telah beredar sebuah obat baru yang bernama "Progesterex" (you may check the internet for the availability).
Obat ini adalah pil kecil yang digunakan untuk mensterilisasi.
Obat ini sekarang dipakai oleh para pemerkosa pada perayaan pesta, Pub, Discotique untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya.
Progesterex pada dasarnya dijual pada beberapa dokter hewan dan toko binatang, dan digunakan untuk mensterilkan hewan besar.
Obat biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies) semacam obat bius, pembeliannya harus menggunakan resep dokter.
Rohypnol ini semacam effervescent tablet yang cepat larut didalam air. Pelaku hanya tinggal memasukan Rohypnol dan Progesterex kedalam minuman dan Korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/pagi/siang/ sore itu dan Progesterex akan membuat si wanitaTIDAK AKAN HAMIL,sehingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran.
Tetapi yang perlu diperhatikan, EFFECT PROGESTEREX GAK SEMENTARA. Progesterex dibuat untuk mensterilkan kuda, jerapah dan binatang besar lainnya.
Setiap wanita yang telah meminumnya TIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA.
Jadi BERHATI-HATILAH dimanapun anda berada dan jangan menerima minum dari sembarang orang yang tidak anda kenal dengan baik.
Kalau bisa share sekarang !! PEDULI PEREMPUAN
Harap Di Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!!Berbagi itu indah

Habib Rizieq, Ayo Bakar Mimbar Radio Rasil Milik Syi'ah ???

" AYO BAKAR MIMBAR RADIO RASIL !! "
Abu Husein At-Thuwailibi.
Di bulan puasa ini, yakni di bulan suci ramadhan, kita mesti menjaga akhlaq, menjaga lisan, tidak mengupat, tidak mencela dan lainnya. Tapi justru mari kita menabung pahala dan ibadah sebanyak-banyaknya dalam rangka mencapai Ridho Allah ta'ala.
Nah, diantara amal ibadah yang pahalanya tidak terputus adalah DAKWAH , AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR. mengajak orang pada yang ma'ruf, dan mencegah orang dari yang mungkar.
Diantara hal ma'ruf yang paling ma'ruf dalah mentauhidkan Allah, menghidupkan Sunnah-sunnah Rasulullah dan berbuat baik pada sesama. Sedangkan diantara kemungkaran adalah membela ajaran sesat dan mendiamkannya. Orang yang mengajak kepada yang ma'ruf ya tentu harus didukung, sedangkan orang yang mengajak kemungkaran maka harus di pasung. Diantara amar ma'ruf adalah menjaga aqidah ummat islam dari kesesatan ajaran Syi'ah, sekte sempalan yang di impor dari Iran. dan diantara hal yang mungkar adalah mendiamkan kesesatan Syiah apalagi sampai membelanya.
Thoyyib...
Siapa sih yang tidak kenal dengan pria bersorban bernama Muhammad Rizieq Shihab ??
Dia seorang orator ulung , pemimpin sebuah laskar amar makruf nahi mungkar bernama Front Pembela Islam (FPI). Setiap ada aliran sesat, front ini langsung ambil bagian terdepan untuk mengecamnya, tapi anehnya untuk aliran sesat SYI'AH, imam besar FPI ini adem ayem saja. Ada apa ?? Kan Ahmadiyyah, Liberal, Jamaah Islam Nusantara (JIN), dan Syiah, sama-sama sesat. Namun mengapa untuk aliran sesat Syi'ah habib ini bersikap layaknya katak dalam tempurung atau tikus yang sedang kejepit !? Apa karena sahabat-sahabat nya banyak orang-orang Syi'ah ??
Ya, saya sih tidak menuduh Muhammad Rizieq Shihab sebagai seorang Syi'ah. Justru saya berharap ia adalah seorang da'i Sunni yang istiqomah diatas al-haq. Akan tetapi, melihat berbagai gelagatnya yang agak "aneh" dalam hal masalah syi'ah ini, saya khawatir ia (minimal) dijadikan alat oleh Syiah untuk legalitas tumbuh suburnya sekte sesat dari Iran itu dengan dalih "Ada Syiah yang ekstrem dan ada Syiah yang moderat".
Sekali lagi, saya tidak berharap kalai Habib Rizieq Shihab itu Syi'ah. Karena menurut sejumlah Ulama dinegeri ini yang pernah saya tanya, Habib Rizieq itu orang yang terpenjara oleh-oleh orang-orang di sekitarnya. Dan tampaknya pemimpib FPI ini banyak di kelilingi orang-orang syiah yang mengikatnya dengan pendanaan dsb...hingga beliau tidak independen dalam bersikap dengan syiah. Sehingga, berat untuk menjustifikasi bahwa Rizieq Shihab adalah Syi'ah. Akan retapi faktanya ia sangat terkesan membela Syi'ah.
Untuk kali ini, saya tidak ingin membahas itu. Namun saya ingin menuntut ucapan seorang yang mengaku cinta kepada Ahlul Bait. Dalam beberapa ceramahnya yang di dengar oleh para malaikat penghuni langit, Muhammad Rizieq Shihab mengatakan:
“Kalau ada dai-dai di atas mimbar mencaci maki ahlul bait atau sahabat Nabi, turunkan! Bakar mimbarnya! Ana nggak mau tahu, mau Syi’ah kek, wahabi kek. Caci maki sahabat, caci maki ahlul bait, berarti musuh ana”.
-selesai kutipan-
Demikianlah diantara orasi seorang Habib Rizieq Shihab. Kini tinggal kita tunggu, apakah Habib Rizieq Shihab memerintahkan FPI untuk menurunkan atau menghentikan Husen Al-Attas dari Radio Rasil, dan memerintahkan laskar FPI-nya untuk membakar mimbar Radio Rasil.!? JANGAN CUMAN KOAR-KOAR !! BUKTIKAN !! sekali lagi, JANGAN JADI "KADAL" MUNAAFIQ !!
Kami setia menunggu pelaksanaan nyata dari perkataannya itu. Walau sampai sekarang pada faktanya Rizieq Shihab tidak pernah membakar mimbar radio rasil bahkan justru ia menjadikan Radio Rasil sebagai salah satu corong untuk menyebarkan apa yang dia maui untuk diucapkan.
Padahal, jelas-jelas Husein Alatas di Radio Rasil dengan seenaknya menghina Sahabat mulia Rasulullah Abu Hurairah, dan jelas-jelas Husein Alatas di Rasil menghina Seorang Mujahid dari kalangan Sahabat mulia Rasulullah, yakni Mu'awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhu dan menganggapnya BUKAN SAHABAT NABI?! sehingga sempat membuat Al-Ustadz Abu Muhammad Jibriel (MM) dan Ustadz Muhammad Khathat (FUI) berlepas diri dari Radio Rasil dan berlepas diri dari Husein Alatas, serta sempat terlibat mubahalah dengan sahabat kami Ustadz Dr.Haidar Bawazier.
Bukankah itu namanya penghinaan terang-terangan wahai Rizieq Shihab ?? Fa'tabiruu yaa Ulul Albaab !!
Khalifah Umar Bin Abdil Aziz Rahimahullah seumur hidupnya tidak pernah menghukum cambuk seseorang dengan tangannya sendiri, kecuali seorang yang menghina Mu'awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhu Wa Ardhoh.
Muawiyah bin Abi Sufyan, salah satu sahabat yang banyak dijadikan sasaran kezaliman kaum muslimin dari masa ke masa. Terlebih ketika ajaran sekte Syi'ah mulai banyak mempengaruhi pemikiran kaum muslimin. Semangat untuk mencela Muawiyah semakin berkobar.
Bagi syiah Indonesia yang jago taqiyyah seperti Husein Alatas dan orang-orang yang bersamanya, untuk bisa mencela Abu Bakar, Umar, dan Utsman butuh banyak mempertimbangkan resiko, sebab kaum muslimin masih sangat loyal kepada mereka. Sebagai langkah awal, mereka arahkan pemikiran kaum muslimin untuk menjatuhkan karakter sahabat Muawiyah Bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu, atas nama cinta ahlul bait. Setelah mereka berani mencela satu sahabat, selanjutnya mudah bagi syiah untuk mengarahkan mereka agar mencela sahabat lainnya.
Abu Taubah Al-Halabi mengatakan,
إن معاوية بن أبي سفيان سِترٌ لأصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن كشف السِّترَ اجترأ على ما وراءه
”Sesungguhnya Muawiyah bin Abi Sufyan adalah tabir bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang menyingkap tabir itu, dia akan menyakiti kehormatan orang yang berada di balik tabir.”
(Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah 8:139)
Namun, sayang seribu sayang, Habib Rizieq Shihab MENIPU UMMAT ISLAM dengan pernyataan kosongnya diatas dan bahkan justru berpelukan dan bergandeng tangan dengan para missionaris-missionari Syi'ah penghina para Sahabat Nabi itu, diantaranya adalah Husein Alatas.
Demi Allah yang jiwaku berada di genggamannya, aku tidak akan terima dan tidak tinggal diam bilamana Sahabat-sahabat Nabi ku di lecehkan wahai Rizieq Shihab !! Aku tidak terima !! Aku siap mengalirkan darahku demi membela kehormatan para kekasih-kekasih Nabiku !! Buktikan ucapanmu wahai Rizieq Shihab !! Buktikan ucapanmu !! Bakar mimbar Rasil !" Seret itu Husein Alatas !! Atau......?? Jangan-jangan engkau juga sependapat dengan Husein Alatas bahwa Mu'awiyah Bin Abi Sufyan bukan Sahabat Nabi !?? Kalla wa Alfi Kalla !!

Program Semarak Ramadhan 1436 H Yayasan Nurul Qur'an

Bismillah, Dalam rangka semarak Ramadhan 1436 H. Yayasan Nurul Qur'an Sumbar in syaa Alloh akan mengadakan 2 program utama di bulan Ramadhan ini.

Tehran Terus Mempersenjatai Hutsi

Juru bicara koalisi teluk, Brig.Jend Ahmad Assiri mengatakan bahwa pemberontak syiah hutsi mendapatkan pasokan senjata yang dikirimkan kapal Iran.
Sistem Pertahan Rudal Patriot milik Saudi Arabia.
 
Disamping itu pemberontak hutsy yang dibantu loyalis Ali Abdullah Saleh merampas sekitar 300 rudal skud milik tentara Yaman.
Rudal skud yang sebanyak itu sangat membahayakan keamanan warga sipil arab saudi di perbatasan.
Untuk itulah arab saudi telah memasang sistem pertahanan rudal Patriot yang mampu mencegat rudal-rudal musuh di udara.
Hal ini telah terbukti dengan rudal milik hutsy yang mereka tembakkan ke arah Khamis Mushayt sebelum sampai di wilayah saudi tersebut rudal milik hutsy tersebut telah hancur berkeping di udara oleh rudal patriot.
Jubir koalisi teluk ini mengatakan tentara saudi sangat bersyukur kepada Alloh yang telah melindungi warga sipil saudi dari kejahatan kaum syiah hutsi.
Beliau juga mengatakan sejak operasi militer ini diluncurkan bulan maret lalu, kekuatan pemberontak hutsi telah dibagi menjadi 2 bagian:
1 bagian untuk melakukan serangan darat terhadap perbatasan saudi dan 1 bagian lagi untuk memperkuat para tentara pengkhianat yang rela menjilat kepada Ali Abdullah saleh.
Jubir koalisi teluk ini juga mengatakan kalau operasi penumpasan terhadap kedua bagian ini akan terus berlanjut. Hal ini akan memakan waktu yang sangat lama disebabkan mereka kaum pemberontak tersebut telah menyusup kepada penduduk sipil.

 
Copyright © 2014. Created by Admin sunnahcare
Template by Creating Website and Admin sunnahcare